Bio Farma Salurkan 3.000 Dosis Vaksin Korban Gempa NTT

Jumat, 21 Agustus 2026 | 01:08:32 WIB
PT Bio Farma [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Bio Farma (Persero) mendistribusikan hingga 3.000 dosis vaksin tetanus difteri demi memperkuat proteksi kesehatan relawan serta warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Direktur Utama PT Bio Farma Shadiq Akasya menuturkan bahwa pengiriman vaksin tersebut direalisasikan menyesuaikan dengan kebutuhan dan regulasi layanan kesehatan di area terdampak bencana.

“Kami memastikan sumber daya kesehatan yang kami miliki dimanfaatkan secara tepat, relevan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat terdampak,” ujar Shadiq dalam keterangan yang diterima di Bandung, Jumat (21/8/2026).

Ia menyebutkan pihaknya turut mendistribusikan beragam paket logistik dasar dan perlengkapan kesehatan, seperti perlengkapan kebersihan (hygiene kit), selimut, persediaan makanan dan minuman, susu, hingga perlengkapan bayi dan balita, termasuk popok.

Dukungan tersebut dialokasikan untuk menyokong pemenuhan fasilitas kesehatan serta logistik primer bagi para relawan maupun penyintas selama periode tanggap darurat berlangsung.

Shadiq menerangkan proses penyerahan logistik bantuan dieksekusi bertahap sejak 17 Agustus 2026 dan sampai saat ini terus disalurkan guna mencukupi kebutuhan masyarakat di zona bencana.

“Dalam situasi bencana, kebutuhan masyarakat menjadi fokus respons kami. Kami memastikan sumber daya kesehatan yang kami miliki dimanfaatkan secara tepat, relevan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat terdampak,” katanya.

Ia menguraikan bahwa keunggulan Bio Farma Group terletak pada kapabilitas yang saling menyokong, mulai dari ketersediaan vaksin, produk farmasi, layanan medis, hingga lini distribusi dan bermacam sarana penunjang kesehatan.

“Dalam konteks kebencanaan, kapabilitas tersebut kami gerakkan secara terkoordinasi. Bukan sebagai respons yang berjalan sendiri-sendiri, melainkan sebagai satu kekuatan Bio Farma Group untuk menjawab kebutuhan masyarakat serta mendukung penanganan dan pemulihan yang lebih terpadu,” ujarnya.

Tags

Terkini