JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah bakal memantau kebutuhan alokasi anggaran penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan siap mengucurkan tambahan anggaran apabila dana yang ada belum mencukupi.
Purbaya menyampaikan, pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan bantuan ke wilayah terdampak bencana.
"Kami akan monitor kalau kurang nanti kami akan minta lagi. Saya minta Dirjen Perimbangan Keuangan untuk monitor terus kondisi keuangan di kabupaten di sini dan yang terkena bencana ini dan memastikan mereka cukup dana untuk membantu masyarakat di sini," ujar Purbaya saat berkunjung ke NTT pada Rabu (18/8/2027).
Menurut Purbaya, pemerintah daerah saat ini masih berfokus penuh pada masa tanggap darurat. Oleh sebab itu, pembahasan terkait pemulihan kondisi ekonomi di kawasan terdampak belum menjadi fokus utama.
"Kalau untuk perbaikan kondisi ekonomi di sini Bapak Bupati bilang masih belum memikirkan itu, masih memikirkan tanggap darurat ini saya pikir wajar karena keadaannya masih baru," katanya.
Purbaya menjamin pemerintah pusat siap menyediakan anggaran sesuai tingkat kebutuhan dengan tetap berpedoman pada persetujuan Presiden Prabowo Subianto.
Ia menjelaskan, model penanganan bencana di NTT nantinya dapat mengadopsi pola yang pernah diterapkan pemerintah di Aceh. Kendati demikian, skema tersebut bakal disesuaikan lagi dengan tingkat kerusakannya di lapangan.
"Approach-nya akan mirip Aceh mungkin, tapi kami lihat bagaimana keparahan bencana di sini apakah kami perlu satgas khusus," katanya.
Purbaya mengamati kondisi NTT saat ini relatif berbeda dengan Aceh, khususnya dari segi sarana infrastruktur serta tata kelola pemerintahan daerah.
"Di Aceh kan semua infrastrukturnya terganggu, di sini kan enggak, jadi institusi pemda masih berjalan baik. Itu yang kami dukung," ujarnya.
Untuk tahap awal, penanganan bencana memanfaatkan alokasi anggaran milik BNPB. Purbaya menjamin ketersediaan dana tersebut bakal terus dipantau secara berkala.
"Belum, BNPB itu, kalau itu BNPB kami sediakan cukup banyak. Harusnya sih kami bisa sediakan sampai Rp 5 triliun ya. Tapi kami akan tunggu permintaan dari BNPB seperti apa," kata Purbaya.