JAKARTA — Saham PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) kepunyaan Low Tuck Kwong mencatatkan kenaikan signifikan pada sesi perdagangan Selasa (18/8/2026). Lantas, apakah lonjakan ini dipicu oleh rumor akuisisi oleh Haji Isam?
Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas memaparkan bahwa lonjakan harga saham BYAN dipicu oleh rumor akuisisi oleh pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam yang menjadi pendorong utama, disertai spekulasi pencaplokan sekitar 62% saham BYAN oleh pihak yang berafiliasi dengan Jhonlin.
“Spekulasi aksi korporasi semakin kuat setelah JARR, perusahaan milik Haji Isam, menjadwalkan RUPSLB 21 September 2026, meski agenda resminya belum diumumkan,” tulis BRI Danareksa Sekuritas, Selasa (18/8/2026).
BRI Danareksa Sekuritas menerangkan bahwa momentum teknikal turut menguat, di mana saham BYAN berhasil breakout dari pola reversal serta MA200 yang diiringi kenaikan volume, mengindikasikan adanya peningkatan minat beli (buying interest).
Walau demikian, BRI Danareksa Sekuritas menilai para investor patut mencermati pergerakan harga BYAN yang telah melesat sekitar 42% dalam sepekan terakhir dan tengah berada di area resistance Rp16.450–Rp17.670.
“Selama saham BYAN bertahan di atas Rp16.450, momentum bullish masih terbuka menuju Rp17.670–Rp18.565,” kata BRI Danareksa Sekuritas.
Sementara itu, hingga pukul 11.00 WIB, saham BYAN terekam melejit hingga 17,53% menuju posisi Rp16.925 per saham. Pergerakan saham BYAN berada pada kisaran Rp15.500–Rp16.925 sepanjang sesi pagi.
Perdagangan mencatat sebanyak 4,63 juta saham telah ditransaksikan dengan nilai transaksi menembus Rp78,33 miliar. Nilai kapitalisasi pasar saham BYAN tercatat berada pada angka Rp564,17 triliun.
Kinerja saham BYAN terekam menguat 7,8% secara year-to-date (YTD) sejak awal tahun, serta melonjak 40,75% dalam kurun sepekan terakhir.