Stok Bulog Melimpah, Kemendagri Sentil Kenaikan Harga Beras

Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:39:01 WIB
Stok beras yang tersimpan di gudang Bulog Jabar [FOTO: NET].

JAKARTA — Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyoroti lonjakan harga beras di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, yang menyentuh 13,01% di tengah ketersediaan stok beras Bulog yang melimpah hingga 5,2 juta ton.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Kabupaten Bone Bolango masuk dalam jajaran 120 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga beras pada pekan kedua Agustus 2026. Pada kurun waktu tersebut, pergeseran Indeks Perkembangan Harga (IPH) beras di Kabupaten Bone Bolango mencapai 13,01%.

Sekretaris Jenderal Kemendagri Tomsi Tohir menyampaikan lonjakan harga beras di Bone Bolango sangat berdampak bagi masyarakat. Menurutnya, beras memegang bobot besar dalam pembentukan inflasi sehingga gejolak harga komoditas ini sanggup memicu inflasi.

“Kenaikan harga beras 13% itu sangat dirasakan oleh masyarakat. Kemudian koefisien untuk penyumbang inflasinya berasa, beras ini besar sekali. Jadi kalau sedikit saja kenaikan harga beras, maka inflasi kami akan naik karena semua makan beras. Kalau cabai, sebagian tidak makan cabai,” kata Tomsi dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah disiarkan di YouTube Kemendagri, Selasa (18/8/2026).

Oleh sebab itu, Tomsi mendesak pemerintah daerah (pemda) untuk segera mengambil tindakan demi meredam gejolak harga beras, salah satunya dengan menggelar operasi pasar melalui koordinasi bersama Perum Bulog.

Menurutnya, kenaikan harga beras sepatutnya dapat diredam bilamana ketersediaan stok nasional mencukupi. Terlebih lagi, cadangan beras yang dikuasai Bulog saat ini menembus 5,2 juta ton.

“Saya minta untuk yang kenaikan harga berasnya signifikan, Bone Bolango, kemudian nanti ada beberapa lagi ya, itu supaya dilaksanakan operasi pasar. Jadi mohon Pak Wabup [Wakil Bupati Bone Bolango], koordinasi dengan Bulog setempat, laksanakan operasi pasar. Stok nasional kami luar biasa banyaknya,” tuturnya.

Lebih lanjut, Tomsi menegaskan pemda dilarang mendiamkan kenaikan harga beras di saat cadangan pasokan melimpah.

“Luar biasa banyaknya. Jadi tidak boleh sedikitpun ada kenaikan harga beras dengan stok kami yang banyak,” imbuhnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bone Bolango menerangkan bahwa lonjakan harga beras di wilayahnya salah satunya dipicu oleh musim kemarau yang berlangsung cukup lama. Dampaknya merembet pada penurunan produktivitas lahan padi sawah serta hasil panen.

Di sisi lain, ketersediaan beras di lapangan juga mengalami penyusutan merujuk pada laporan Dinas Pertanian. Kendati demikian, Pemkab Bone Bolango telah menyiapkan serangkaian langkah intervensi guna menjamin pasokan beras di pasar.

“Kami juga melalui belanja tidak terduga menyiapkan untuk rencana intervensi pasar. Jadi mudah-mudahan ada beberapa areal yang pada bulan Agustus ini akan panen, sehingga mudah-mudahan ini bisa mendukung ketersediaan stok beras di pasar,” ucapnya.

Selain Bone Bolango, kenaikan IPH beras turut melanda Kabupaten Pohuwato yang menembus hampir 10%, tepatnya 9,67%. Namun, Pemkab Pohuwato mengungkapkan bahwa kenaikan tersebut tidak berakar dari masalah produksi maupun ketersediaan stok di tingkat penggilingan, melainkan disinyalir akibat permainan harga.

“Kalau dari sisi produksi sebenarnya kami tetap stabil, Pak. Harga kami seminggu terakhir kami mengecek ke seluruh gilingan yang ada, harga stabil, Pak. Jadi ini sepertinya bukan stok kami yang tidak ada, tapi ada permainan harga karena produksi kami stabil, kemudian harga kami juga normal sebenarnya, kenaikannya pun tidak signifikan,” ujarnya.

Pemkab Pohuwato juga telah menggelar gerakan pangan dan melakukan inspeksi langsung terhadap ketersediaan stok di sejumlah penggilingan. Menurutnya, tingkat produksi dan cadangan beras di level penggilingan dalam kondisi aman.

Pihaknya menduga kenaikan harga lebih disebabkan oleh manipulasi pedagang yang membangun kesan seakan-akan pasokan menipis. Maka dari itu, penelusuran lebih mendalam perlu menyasar para pedagang untuk mengungkap akar kenaikan harga.

“Jadi ini sengaja sepertinya ada kondisi yang diciptakan seolah-olah stok kami terbatas kemudian harga akhirnya naik. Sebenarnya harusnya sekarang sudah harga turun kalau menurut kami, karena stok yang masing-masing di gilingan itu stabil sebenarnya. Jadi kami juga sudah melakukan koordinasi dan pengecekan,” tandasnya.

Tags

Terkini