JAKARTA— PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. (XLSMART) mulai mengoptimalkan spektrum frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz secara bertahap demi memperluas jangkauan sekaligus mengerek kualitas layanan 5G di tanah air.
Pengaplikasian spektrum baru ini dilaksanakan menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.
Direktur & Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys mengutarakan bahwa momentum HUT ke-81 RI menjadi pengingat bahwa kemajuan konektivitas digital pada akhirnya harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, tolok ukur keberhasilan pengembangan 5G tak sekadar dilihat dari jumlah kota atau base transceiver station (BTS) yang berhasil terkoneksi, melainkan dari besarnya manfaat konektivitas itu terhadap aktivitas publik.
“Tetapi dari seberapa besar konektivitas yang lebih baik dapat membuka kesempatan bagi masyarakat untuk belajar, menjalankan usaha, mengakses layanan publik, dan meningkatkan produktivitas,” kata Merza dalam siaran pers, Minggu (16/8/2026).
Merza menyampaikan, ketersediaan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz memberi keleluasaan yang lebih luas bagi industri telekomunikasi dalam mengakselerasi pemerataan konektivitas sekaligus membangun ekosistem 5G nasional.
Dua spektrum tersebut dibekali karakteristik yang saling melengkapi. Spektrum 700 MHz mengusung daya jangkau yang lebih luas serta penetrasi sinyal yang presisi, sedangkan spektrum 2,6 GHz menyajikan kapasitas yang lebih besar guna menampung lonjakan lalu lintas data, utamanya di daerah beraktivitas digital tinggi.
Melalui integrasi dua frekuensi tersebut, XLSMART sanggup mengembangkan jaringan 5G berdaya jangkau lebih luas mendampingi kapasitas yang lebih tangguh.
Pemanfaatan spektrum anyar ini meneruskan ekspansi jaringan 5G XLSMART yang sampai semester I/2026 telah hadir di 52 kota. Penggelaran jaringan tersebut ditopang oleh sekitar 15.000 BTS 5G dengan tingkat penetrasi populasi nasional mencapai 23 persen.
Penguatan spektrum ini diproyeksikan dapat mendongkrak kapasitas serta keandalan jaringan, sekaligus menopang perluasan cakupan 5G secara bertahap ke area yang lebih luas. Bagi masyarakat umum, perluasan 5G tidak sekadar berurusan dengan peningkatan kecepatan internet.
Konektivitas yang makin luas dan berkualitas juga berpotensi membuka ruang akses terhadap pembelajaran digital, sarana kesehatan dan layanan pemerintahan, serta membantu para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam memanfaatkan teknologi untuk mengerek produktivitas dan memperlebar jangkauan pasar.
Sementara untuk ranah dunia usaha dan industri, daya tampung jaringan yang makin lapang membeberkan peluang pengadopsian teknologi seperti cloud, Internet of Things (IoT), artificial intelligence (AI), otomatisasi, serta aneka solusi digital lainnya. Berbagai teknologi tersebut bisa dimaksimalkan untuk menaikkan efisiensi dan produktivitas sekaligus memperkokoh daya saing sektor ekonomi.
Kendati demikian, pihak XLSMART menilai pengembangan jaringan dan tersedianya spektrum baru barulah sebagian dari langkah pembangunan ekosistem 5G.
Penetrasi teknologi tersebut secara lebih masif juga membutuhkan ketersediaan perangkat 5G yang bervariasi dan ramah di kantong, perumusan use case yang relevan, serta kesiapan berbagai sektor untuk mengadopsinya.
Merza menambahkan, arah pengembangan 5G ke depannya tidak lagi semata berpusat pada perluasan area jaringan, melainkan pada peningkatan daya guna teknologi itu agar memberikan kontribusi yang lebih bernilai bagi publik dan industri.
“Karena itu, kami berharap dukungan dan kolaborasi dengan Komdigi serta seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat untuk membangun ekosistem 5G yang semakin matang, termasuk mendorong ketersediaan perangkat 5G yang lebih beragam dan terjangkau serta menghadirkan use case yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan industri,” kata Merza.