JAKARTA - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Irene Umar memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan festival fesyen wastra berbasis komunitas menuju pasar regional di Malaysia dan Singapura.
Irene menyampaikan bahwa festival yang diusung oleh platform lokal Folkacommunal ini bakal mendongkrak kesadaran publik, sehingga pangsa pasar wastra dari merek lokal tidak sekadar berputar di Indonesia, melainkan merambah ke kawasan regional Asia Tenggara.
"Tentu, ini perlu kolaborasi, dengan KBRI di sana (Malaysia-Singapura), media, pelajar, komunitas yang sudah ada. Kuncinya kerja sama. Kita meningkatkan public awareness, sehingga market kami tidak hanya Indonesia, tetapi Singapura dan Malaysia," kata Irene dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Kamis (13/8/2026).
Irene menuturkan bahwa pemerintah menyokong rencana Folkacommunal dalam menghadirkan tiga perhelatan fesyen berbasis komunitas di Indonesia, Malaysia, serta Singapura.
Rangkaian pergelaran tersebut bakal diawali dengan Pesta Folka pada 29-30 Agustus di Jakarta, disusul Pesta Folka pada 23-25 Oktober di Singapura, dan Sukaria Market pada 23-25 Oktober di Malaysia.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah guna memperkokoh ekosistem subsektor kriya, fesyen, serta desain yang berbasis komunitas.
Pesta Folka sendiri merupakan festival yang mengusung nilai dan budaya nusantara lewat kemasan yang lebih modern serta relevan bagi kalangan muda.
Sementara itu, Sukaria Market merupakan ajang yang memadukan merek lokal, kegiatan kreatif, dan pengalaman tematik yang dirancang khusus untuk menarik daya pikat generasi muda, terutama generasi Z.
Irene memberi saran agar di dalam gelaran tersebut disisipkan pengenalan kebaya dengan metode serupa cosplayer, sehingga memberikan ruang bagi para pengunjung untuk memahami kebaya beserta tata cara padu padannya yang pas dengan gaya anak muda.
"Kalau cosplay itu dari Jepang, kami bikin misalnya Kebaya Play atau apa namanya silahkan. Ceritakan kebayanya seperti apa. Ini bagus karena memberikan ruang orang yang ingin dress up menjadi sebuah community based, orang butuh itu. Kalau komunitasnya sudah kuat itu nilai penting untuk sebuah event," jelasnya.
Di sisi lain, CEO sekaligus Founder PT Folkacommunal Kreasi Sukaria Sara Tobing membeberkan bahwa lewat sinergi lintas negara, pembukaan pasar baru, dan kemitraan strategis, pihaknya hendak membuka peluang baru bagi merek lokal sekaligus menyokong pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.
Mengandalkan tiga IP yaitu Sukaria Market, Pesta Folka, dan Trinkieland, Sara mengutarakan keinginannya untuk menyajikan pengalaman baru dalam mengenal ekonomi kreatif Indonesia melalui aspek feel, experience, dan connection.
"Kita juga ingin memperkenalkan wastra Indonesia seperti kebaya kepada gen Z. Membantu mereka juga mencarikan style yang cocok seperti apa. Kita ingin mereka pede (percaya diri) menggunakan wastra Indonesia. Dan tahun ini kami mencoba go internasional," katanya.