Mentan Amran Minta Telur Masuk Menu MBG 3 Kali Seminggu

Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:28:31 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendorong agar bahan pangan telur dijadikan menu dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebanyak dua hingga tiga kali dalam sepekan.

"Insya Allah harga telur kami jaga di tingkat SPPG. Kemudian, kalau konsumsi satu kali per minggu bisa menjadi dua kali, bahkan tiga kali. Itu sudah dibuat prosedurnya BGN,” kata Mentan Amran, Rabu (12/8/2026).

Amran menekankan, pengoptimalan penyerapan telur melalui Program MBG menjadi bagian dari langkah pemerintah guna menstabilkan harga telur yang saat ini sedang melandai di pasaran.

Pihak Kementan telah menyelaraskan koordinasi bersama BGN mengenai petunjuk teknis (juknis) supaya setiap SPPG dapat menampung pasokan telur hasil peternak. 

Langkah penguatan penyerapan telur untuk MBG ini dipandang tidak cuma mencukupi pemenuhan gizi publik, tetapi turut memperkokoh pangsa pasar peternak mandiri. Adanya kepastian penyerapan tersebut memberi jaminan keberlangsungan bisnis bagi para peternak.

Amran menyampaikan bahwa pemerintah bakal menempuh beragam jalan demi melindungi peternak rakyat di kala harga telur masih tertekan. 

Mengingat, terdapat kurang lebih 3,8 juta peternak yang menggantungkan mata pencahariannya pada industri perunggasan. Kondisi inilah yang mendorong Amran bertolak ke Surabaya guna menjaring aspirasi para peternak secara langsung pada Selasa (11/8/2026).

“Ini 3,8 juta peternak kami harus jaga. Apa mau biarkan mereka berteriak tiap hari? Dan itu tugas kami. Begitu kami lihat ada demo di beberapa daerah, langsung kami rapat di Surabaya. Tidak menunggu lagi rapat di Jakarta,” ujar dia.

Di samping memacu angka penyerapan, dalam forum tersebut Amran turut berupaya menjaga kestabilan harga pakan ternak supaya tidak merambat naik. Lewat harga pakan yang terkendali, beban para peternak diharapkan tidak kian berat di tengah harga jual telur yang masih lesu.

Sebelumnya diwartakan, pemerintah sedang menggodok serangkaian tindakan untuk memulihkan harga telur pasar yang dilaporkan masih bertengger jauh di bawah Harga Pokok Produksi (HPP), yakni pada kisaran Rp22.500.

"Hal ini harus didorong agar harga setidaknya mencapai HPP plus keuntungan. Kami di Kementerian Pertanian selalu mendorong minimal harga telur di tingkat peternak adalah Rp 24.000 per kilogram, syukur-syukur mendekati harga acuan Rp 26.500," ucap Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) di Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan) Agung Suganda di kantornya, Senin (3/8/2026).

Merosotnya harga telur melahirkan aksi protes dari asosiasi peternak ayam yang mendesak pemerintah segera melancarkan penyelamatan agar usaha mereka terhindar dari ancaman kebangkrutan.

Tags

Terkini