JAKARTA - PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) memastikan pengerjaan konstruksi proyek Light Rail Transit (LRT) Jakarta Fase 1B rute Velodrome–Manggarai dapat dikebut hingga tuntas pada bulan ini.
Direktur Operasi II Waskita Karya Paulus Budi Kartiko menyampaikan bahwa capaian fisik proyek transportasi massal bernilai Rp4,1 triliun tersebut kini sudah menyentuh 97,99% dan tengah memasuki tahapan akhir menjelang pengoperasian.
"Sejalan dengan target Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Waskita Karya berupaya agar proyek milik PT Jakarta Propertindo ini dapat diresmikan pada Agustus 2026," ujar Paulus dalam keterangan resmi, Selasa (11/8/2026).
Paulus menjelaskan bahwa pekerjaan yang saat ini masih berjalan meliputi pemulihan kondisi area kerja (reinstatement) serta penyelesaian penyambungan rel di kawasan Double-Double Track (DDT).
Di samping itu, perseroan sedang merampungkan akses pintu masuk di lima stasiun baru secara berbarengan.
Waskita Karya berdampingan dengan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) juga menggelar tahapan Test and Commissioning (T&C) demi menguji keandalan sistem perkeretaapian, persinyalan, hingga integrasi jaringan listrik.
"Setiap meter jalur LRT Jakarta Fase 1B merupakan bagian dari tanggung jawab Waskita kepada masyarakat, maka kami kerjakan dengan penuh perhitungan dan ketelitian," tambahnya.
Di tengah bergulirnya pengerjaan proyek, Waskita Karya membukukan rekor 7,5 juta jam kerja selamat tanpa diwarnai insiden kecelakaan. Proyek ini sendiri digarap di tengah padatnya arus lalu lintas di kawasan sekitar lokasi pembangunan.
LRT Jakarta Fase 1B membentang sepanjang 3,6 kilometer dan bakal melintasi lima stasiun pemberhentian, yaitu Rawamangun, Pramuka, Matraman, Proklamasi, dan Manggarai. Stasiun Manggarai ke depannya diproyeksikan menjadi simpul integrasi antar-moda transportasi.
Sistem integrasi tersebut diharapkan sanggup mendorong masyarakat untuk beralih dari penggunaan kendaraan pribadi menuju angkutan umum, sekaligus mendukung pencapaian target Net Zero Emission (NZE) di DKI Jakarta.