Spektrum 700 MHz Mendorong Prospek MTEL, TOWR, dan TBIG

Senin, 10 Agustus 2026 | 01:40:32 WIB
PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) [FOTO: NET].

JAKARTA — Performa bisnis emiten menara telekomunikasi PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG), serta PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR) diproyeksikan masih mengantongi ruang pertumbuhan hingga penutupan tahun 2026.

Senior Equity Research Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas mengutarakan bahwa perluasan cakupan jaringan beserta penerapan spektrum 700 MHz menjadi salah satu pendorong positif bagi emiten menara hingga pengujung 2026.

“Peningkatan kinerja MTEL, TBIG, dan TOWR pada semester I/2026 terutama didorong oleh masih tingginya pertumbuhan trafik data yang mendorong operator seluler menambah kapasitas jaringan,” kata Sukarno, Kamis (6/8/2026).

Menurut pandangan Sukarno, eskalasi tenancy ratio turut menjadi elemen penopang utama kinerja finansial para emiten menara. Terangkatnya tenancy ratio sanggup memacu pertumbuhan pendapatan sekaligus EBITDA dengan beban tambahan biaya yang relatif efisien.

Di luar portofolio menara konvensional, penetrasi bisnis infrastruktur digital seperti fiber optic, distributed antenna system (DAS), small cell, hingga layanan pendukung jaringan lainnya kini menjadi pilar pendapatan baru bagi emiten penyedia menara.

Pada sisi lain, langkah konsolidasi operator seluler yang membentuk PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL) berpeluang memberikan efek positif bagi emiten menara. 

Menurut Sukarno, entitas operator yang kian besar dan disokong kondisi finansial lebih solid akan memiliki kapasitas investasi jaringan yang jauh lebih agresif.

Sukarno berpendapat bahwa aksi konsolidasi tersebut berpotensi mengerek permintaan kolokasi serta pembaruan base transceiver station (BTS), sehingga mampu menjadi katalis pendorong tambahan bagi emiten menara.

Adapun pada paruh kedua tahun 2026, Sukarno menilai MTEL memiliki prospek paling menjanjikan bila disandingkan dengan TBIG dan TOWR.

“MTEL memiliki posisi strategis sebagai mitra utama Telkomsel yang berpotensi menjadi penerima manfaat terbesar dari ekspansi jaringan dan implementasi spektrum 700 MHz,” ujarnya.

Sementara itu, TOWR mengekor di posisi berikutnya berkat keberhasilan diversifikasi bisnis ke lini fiber dan infrastruktur digital. 

Di sisi lain, TBIG tetap mempertahankan fundamental yang kokoh dengan raihan margin EBITDA tertinggi, kendati ruang pertumbuhannya cenderung lebih moderat jika dibandingkan dengan MTEL dan TOWR.

Tags

Terkini