Menteri Ekraf Dorong Gim Lokal Jadi Komoditas Ekspor Global

Senin, 10 Agustus 2026 | 20:33:31 WIB
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengungkapkan ekspansi industri gim lokal yang mencatatkan tren positif sanggup dijadikan komoditas yang tidak sebatas mendominasi pasar domestik, melainkan mulai difokuskan untuk menembus pasar internasional lewat jalur ekspor.

Riefky menyampaikan kenaikan subsektor aplikasi dan gim yang mencapai 18,22 persen dibanding periode tahun sebelumnya menandakan betapa besarnya peluang industri gim sebagai salah satu pendorong ekonomi kreatif nasional.

“Pertumbuhan subsektor aplikasi dan gim meningkat 18,22 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tentu pertumbuhan ini menjadi sangat signifikan dengan menyerap tenaga kerja yang didukung program dari Kementerian Ekraf untuk meningkatkan investasi,” kata Riefky dalam keterangan yang diterima, Senin (10/8/2026).

Sesuai pandangannya, tantangan sektor industri gim Tanah Air saat ini bukan sebatas mencetak karya, melainkan menjamin produk tersebut mengantongi akses pasar yang kian lapang.

Oleh karena itu, pihak pemerintah memacu sinergi bersanding dengan beragam pemangku kepentingan guna mengakselerasi tahapan pengembangan hingga komersialisasi gim lokal, yang turut wajib disertai penguatan investasi, komersialisasi, serta penetrasi pasar internasional lewat ekspor.

“Pendekatan yang dibutuhkan yaitu melalui kolaborasi Pemerintah dan stakeholder dalam mengakselerasi dan mengkomersialisasi dengan baik sehingga semakin banyak gim-gim Indonesia yang masuk ke pasar global,” katanya.

Kementerian Ekraf telah mengeksekusi serangkaian langkah untuk memperlebar daya jangkau gim lokal. Salah satunya yakni dengan memajang sembilan gim Indonesia pada area Games Corner Terminal 2 dan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Pemerintah pun mengusung 10 gim lokal ke panggung Gameseed guna membuka keran peluang pasar internasional.

Teuku Riefky menilai ekspansi pasar memegang peranan krusial agar pertumbuhan industri gim sanggup menghadirkan dampak ekonomi yang lebih luas. 

Penguatan sektor ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja, mendongkrak nilai investasi, sekaligus memberikan kesempatan bagi produk kreatif Indonesia untuk meraup pendapatan dari pasar dunia.

Presiden Asosiasi Game Indonesia (AGI) Shafiq Husein menyampaikan bahwa dinamika industri gim dalam kurun satu dekade membuktikan bahwa Indonesia mulai bertransformasi dari sebatas pasar konsumen menjadi negara yang sanggup memproduksi gim.

“Indonesia bukan hanya negara yang memainkan, tapi menjadi negara yang membuat gim,” ujar Shafiq.

Menurut penjelasannya, ekosistem industri gim yang sehat memerlukan wadah bagi pengembang lokal untuk bereksperimen, menimba ilmu, serta berkompetisi mengandalkan kualitas.

 Melalui ekosistem tersebut, kian banyak gim asal Indonesia diharapkan mampu merambah pasar global sekaligus memperkenalkan narasi cerita, kebudayaan, serta kreativitas Indonesia kepada dunia.

Penyelenggaraan Hari Game Indonesia (HARGAI) ke-10 yang dihelat pada 8–9 Agustus 2026 menjadi salah satu arena untuk mempertemukan para pengembang gim, penerbit, komunitas, kreator konten, pelajar, hingga masyarakat luas. Pada tahun ini, sebanyak 15 studio gim beserta lima board game turut memamerkan karya dan talenta lokal.

Kementerian Ekraf berharap penguatan ekosistem tersebut sanggup membuat perkembangan industri gim tidak berhenti pada lonjakan kuantitas karya belaka, melainkan menjelma menjadi industri yang mampu mencetak nilai ekonomi serta bersaing di kancah internasional.

Tags

Terkini