JAKARTA — Perusahaan multifinance di bawah naungan Maybank Indonesia, yakni PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk. atau WOM Finance (WOMF), berhasil mengantongi laba bersih mencapai Rp96,7 miliar hingga semester I/2026.
Dari proyeksi sebesar Rp175 miliar sepanjang tahun, raihan laba yang dicatatkan WOM Finance sampai separuh awal tahun ini tumbuh 14,1% (YoY) dibandingkan semester I/2025 yang senilai Rp84,8 miliar.
Direktur WOM Finance Paulus Cholot Janala menyatakan performa keuangan pada paruh pertama tahun ini mencetak pertumbuhan yang positif di tengah situasi ekonomi yang belum stabil.
"Laba bersih Rp175 miliar on progress, kami masih kejar itu di tahun ini," terang Paulus pada Public Expose, Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Secara menyeluruh, performa keuangan menorehkan pertumbuhan positif. Jumlah pendapatan yang berhasil dibukukan menyentuh Rp1,12 triliun alias naik 5,2% (YoY) dari Rp1,06 triliun. Di sisi lain, jumlah ekuitas semester I/2026 berada di level Rp2 triliun atau terangkat 7,3% (YoY) dari Rp1,9 triliun.
Seirama dengan dinamika tersebut, entitas usaha milik Maybank Indonesia ini mencatatkan penurunan risiko pembiayaan bermasalah atau non-performing financing (NPF).
Rasio NPF gross melandai 0,05% (YoY) dari posisi 2,58% pada semester I/2025 menjadi 2,53% di semester I/2026, sementara rasio NPF net menyusut 0,08% (YoY) dari 1,2% ke level 1,13% pada semester I/2026.
Return on Asset (RoA) dan Return on Equity (RoE) turut mengalami pertumbuhan masing-masing. RoA berada di level 3,2% pada semester I/2026 atau tumbuh 0,2% (YoY) dari 2,9%, sedangkan RoE naik 0,7% (YoY) dari posisi 9,2% pada semester I/2025 menjadi 9,8% di semester I/2026.
Di samping itu, Rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) turut tercatat membaik dengan penurunan 0,3% (YoY) dari 91,4% pada semester I/2025 menuju 91,1% pada semester I/2026.
"Ini menunjukkan bahwa perusahaan terus berusaha menjaga efisiensi, menjaga produktivitas sehingga kami bisa menjaga BOPO di 2026 menjadi lebih baik lagi," tutur Direktur WOM Finance Cincin Lisa Hadi.
Ditinjau dari segi kinerja pembiayaan, total piutang pembiayaan neto tercatat di angka Rp6,4 triliun pada semester I/2026 atau meningkat 5,2% (YoY) dibanding periode sama tahun sebelumnya yang bernilai Rp6,1 triliun.
Berdasarkan penuturan Cincin, perseroan masih aktif mengejar target hingga penutupan tahun. Peluang pembiayaan diyakini tetap menjanjikan pada kuartal III dan IV 2026.
"Tadi sudah disebutkan Rp6,4 triliun ya targetnya, saat ini kami baru Rp2,6 triliun. Mudah-mudahan sampai akhir tahun kami bisa capailah. Biasanya memang kalau industri finance ini di Q3-Q4 biasanya langsung jump," tuturnya.
Secara garis besar, pihak WOM Finance mengungkapkan adanya sederet tantangan yang dihadapi sepanjang enam bulan pertama 2026.
Beberapa di antaranya meliputi ketidakpastian iklim ekonomi global dan domestik, ketatnya persaingan di bisnis multifinance, kecenderungan kenaikan suku bunga, hingga pelemahan nilai tukar rupiah yang berisiko mendorong kenaikan harga barang.