JAKARTA – PT Telkom Indonesia memangkas 34 entitas usaha sebagai bagian dari langkah transformasi perusahaan guna membangun organisasi yang lebih ramping, efisien, serta kompetitif.
Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menyampaikan, transformasi perusahaan tidak hanya berfokus pada perubahan struktur organisasi semata, melainkan juga pada akselerasi pengambilan keputusan dan penciptaan nilai bisnis.
"Transformasi bukan soal mengubah struktur semata. Yang paling penting, perusahaan bisa bergerak lebih cepat, lebih efisien, dan menciptakan nilai yang lebih besar," ujar Dony dalam keterangan resmi, Jumat (8/8/2026).
Saat ini Telkom mempunyai 67 entitas usaha yang mencakup 58 anak perusahaan dan 9 investasi minoritas. Lewat program streamlining, sebanyak 34 entitas dipangkas untuk menyederhanakan struktur grup usaha.
Dony bersama jajaran Telkom mendiskusikan implementasi Strategic Holding Organization, percepatan program streamlining, serta penguatan leadership pipeline demi memperkokoh tata kelola perusahaan, sinergi bisnis, dan pembuat nilai jangka panjang.
Transformasi tersebut menjadi bagian dari langkah BP BUMN bersama Danantara untuk memacu Telkom menjadi perusahaan digital nasional yang kian adaptif dan berdaya saing global.
Menurut Dony, penyederhanaan struktur organisasi diharapkan mampu mengakselerasi proses pengambilan keputusan, mendongkrak efisiensi operasional, serta memperkuat fokus bisnis perusahaan.
Selain merampingkan organisasi, Telkom turut memperkokoh pengembangan talenta kepemimpinan agar memiliki sumber daya manusia yang siap menjawab dinamika industri digital.
Dengan struktur yang lebih simpel, kepemimpinan yang kokoh, dan portofolio bisnis yang lebih optimal, Telkom diharapkan sanggup mempercepat inovasi sekaligus menguatkan kontribusinya dalam menyokong transformasi digital Indonesia.
Beberapa program strategis pun terus diakselerasi, di antaranya konsolidasi FiberCo BUMN, pengembangan Data Center, TowerCo, dan InfraCo, hingga penataan lisensi Telkom Group guna mendukung pembentukan strategic holding digital.
Melalui transformasi ini, BP BUMN dan Danantara menargetkan penguatan tata kelola perusahaan, optimalisasi aset, serta konsolidasi ekosistem digital nasional supaya BUMN semakin lincah (agile), sehat, dan mampu menjadi penggerak utama ekonomi digital Indonesia.