DPR: Kepastian Produksi Jadi Faktor Krusial di Industri Minerba

Jumat, 07 Agustus 2026 | 21:49:31 WIB
Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Eddy Soeparno [FOTO: NET].

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Eddy Soeparno menegaskan bahwasanya kepastian produksi pada sektor pertambangan memegang peranan krusial guna menjaga besaran kontribusi industri mineral dan batu bara bagi kas penerimaan negara.

“Di tengah upaya memperkuat hilirisasi dan kemandirian ekonomi nasional, keberlanjutan investasi serta kepastian operasional sektor pertambangan menjadi modal penting untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur,” kata Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Eddy Soeparno di Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Ia mengutarakan bahwa pemupukan investasi serta kesinambungan produksi demi menyokong program hilirisasi mineral patut terus dipacu. 

Terlebih lagi, tambahnya, sumbangsih penerimaan negara yang bersumber dari dividen, pajak, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), hingga royalti sektor pertambangan masih terhitung amat dominan.

Ia menegaskan bahwasanya jaminan kepastian hukum beserta konsistensi regulasi menjadi elemen penting guna memelihara tingkat kepercayaan pemodal serta memperkuat daya saing nasional.

"Kepastian hukum dan konsistensi kebijakan merupakan faktor penting untuk menjaga kepercayaan investor dan memperkuat daya saing Indonesia," kata dia.

Besarnya capaian kontribusi bagi negara tersebut terekam nyata lewat kinerja entitas usaha yang bernaung di bawah Holding Industri Pertambangan MIND ID sepanjang tahun buku 2025.

Selaku induk konsorsium, MIND ID menyetorkan dividen kepada pemerintah sebesar Rp12,6 triliun yang ditopang oleh performa enam anggota holding, yakni PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), PT Timah Tbk, PT Vale Indonesia Tbk, PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM), serta PT Freeport Indonesia.

Sementara itu, Presiden Direktur Freeport Indonesia Tony Wenas menyampaikan bahwasanya kontribusi perseroan kepada negara terhimpun dari pelbagai instrumen penerimaan, tidak sekadar mengandalkan satu saluran saja.

Pada tahun 2026, Freeport Indonesia memproyeksikan mampu menyetor sekitar 2,6 miliar dolar Amerika Serikat yang utamanya bersumber dari dividen kurang lebih 1,1 miliar dolar Amerika Serikat, pajak sekitar 1 miliar dolar Amerika Serikat, serta royalti berkisar 500 juta dolar Amerika Serikat.

"Struktur penerimaan tersebut menunjukkan bahwa keberlangsungan produksi dan investasi di sektor pertambangan memiliki dampak langsung terhadap besarnya kontribusi yang diterima negara, baik melalui dividen, pajak, maupun royalti,” kata dia.

Di samping dividen, perusahaan-perusahaan di bawah naungan Grup MIND ID juga berposisi sebagai penyumbang utama penerimaan negara pada sektor mineral dan batu bara melalui penyetoran royalti serta PNBP selaras dengan regulasi yang berlaku. PT Bukit Asam tampil sebagai salah satu kontributor utama royalti batu bara.

Adapun Antam, PT Timah, dan PT Freeport Indonesia memberikan andil signifikan lewat royalti komoditas nikel, timah, tembaga, serta emas.

Tingginya kontribusi fiskal tersebut memperlihatkan peran strategis Grup MIND ID dalam menopang struktur APBN sekaligus mengawal agenda hilirisasi nasional.

Sumbangsih tersebut menjadi bagian vital dalam mengokohkan ketahanan ekonomi nasional, menekan ketergantungan terhadap sumber pendanaan luar, serta menjamin kemanfaatan pengelolaan sumber daya alam dapat kembali dinikmati masyarakat lewat bermacam program pembangunan.

“Dalam semangat mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur, kepastian produksi serta keberlanjutan investasi di sektor pertambangan menjadi fondasi penting agar kekayaan alam nasional terus memberikan nilai tambah dan manfaat sebesar-besarnya bagi bangsa Indonesia,” kata dia.

Tags

Terkini