JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 untuk mengidentifikasi serta memetakan potensi ekonomi biru di wilayah transmigrasi sebagai pijakan perumusan kebijakan demi mendongkrak taraf hidup dan perekonomian warga pesisir.
Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf menuturkan, temuan pemetaan yang dihimpun para anggota TEP diharapkan mampu memberikan masukan konkrit bagi pemerintah dalam mengoptimalkan potensi sektor kelautan dan perikanan sesuai karakteristik tiap wilayah sekaligus memperluas dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.
"Kami mengharapkan Tim Ekspedisi Patriot dapat memberikan masukan-masukan positif bagi KKP, sekaligus memetakan potensi-potensi di daerah sehingga pembangunan ekonomi biru dapat berjalan dengan baik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama nelayan dan warga pesisir," kata Didit dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Ia menguraikan bahwasanya akselerasi ekonomi biru menjadi salah satu langkah strategis pemerintah demi memicu pertumbuhan ekonomi daerah dengan senantiasa menjaga kelestarian ekosistem laut melalui modernisasi bidang perikanan, penguatan rantai dingin (cold chain), hingga peningkatan nilai tambah produk perikanan agar berdaya saing tinggi di pasar Internasional.
Didit memaparkan bahwa KKP tengah memacu sektor budidaya dengan mematok target pendirian kurang lebih 40 ribu titik budidaya hingga tahun 2029 guna menciptakan keseimbangan antara aktivitas penangkapan ikan dengan budidaya agar pemanfaatan ruang laut tetap berkesinambungan.
"Kami budidaya tematik lebih kurang 40 ribu. Dari 40 ribu ini, justru nanti yang namanya aquaculture, aquafarming, itu kami lakukan peningkatan ke depan. Sehingga terjadi balancing antara penangkapan dan budidaya. Budidaya makin meningkat, penangkapan makin berkurang," ujar Didit.
Di samping itu, ia menambahkan, KKP telah mengalirkan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), termasuk sekitar 200 lokasi yang tersebar di wilayah Papua.
Secara nasional, pemerintah mencanangkan target pembentukan 1.269 Kampung Nelayan Merah Putih sepanjang tahun 2026 sebagai pusat penggerak ekonomi warga pesisir.
Agenda Tim Ekspedisi Patriot 2026 sendiri mengerahkan sebanyak 1.476 peserta yang berasal dari 10 perguruan tinggi untuk diterjunkan langsung ke 53 kawasan transmigrasi di pelbagai penjuru daerah.
Program tersebut dirancang untuk melahirkan rekomendasi berbasis hasil riset guna mengakselerasi transformasi wilayah transmigrasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Sebelumnya, Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menyatakan bahwa pemerintah mengucurkan porsi dana sebesar Rp226 miliar atau berkisar 35 persen dari total anggaran Kementerian Transmigrasi 2026 khusus untuk program Transmigrasi Patriot.
Alokasi dana tersebut difungsikan untuk menopang kegiatan penelitian, pendampingan warga, serta penerapan inovasi di lokasi transmigrasi, sedangkan sekitar 65 persen sisa anggaran kementerian dialokasikan bagi perbaikan kawasan, mencakup penuntasan konflik pertanahan serta pembenahan jalan dan jaringan listrik.
Lebih lanjut, Didit mengimbau para peserta TEP untuk turut mengidentifikasi ruang potensi maupun tantangan dalam pembangunan daerah pesisir, termasuk melalui skema konservasi, penguatan sistem ketertelusuran (traceability), modernisasi armada tangkap, serta penetapan kuota dan jadwal penangkapan ikan.
Ia menegaskan bahwasanya KKP juga gencar meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan bagi nelayan serta mempererat kerja sama dengan institusi perguruan tinggi agar inovasi dan riset dapat menyokong pemberdayaan masyarakat pesisir.
"Kami ingin seluruh program ini berjalan secara berkelanjutan, dapat dirasakan manfaatnya, dan diterima masyarakat. Dengan dukungan Tim Ekspedisi Patriot, kami optimistis pembangunan ekonomi biru dapat semakin memperkuat kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir di seluruh Indonesia," ucap Didit.