JAKARTA - Harga sembako di Jawa Timur terus bergerak naik turun dari hari ke hari. Hari ini, sejumlah kebutuhan pokok seperti elpiji, daging sapi dan ayam kampung, bawang merah, bawang putih, serta cabai mengalami kenaikan harga.
Sementara itu, bahan pokok lainnya relatif stabil tanpa perubahan berarti. Memantau harga sembako menjadi penting agar pengeluaran rumah tangga tidak membengkak di tengah situasi harga yang tidak menentu.
Pemantauan ini juga membantu masyarakat merencanakan belanja harian dengan lebih efisien. Informasi harga yang akurat menjadi pedoman untuk memilih pasar atau toko dengan harga terbaik.
Selain itu, data harga sembako harian membantu pemerintah dan pelaku pasar memahami tren kenaikan atau penurunan harga. Analisis ini menjadi dasar pengambilan kebijakan untuk menjaga kestabilan pasar.
Update Harga Sembako di Jawa Timur per 19 Februari 2026
Sembako adalah singkatan dari sembilan bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat setiap hari. Sembako terdiri dari beras, gula pasir, minyak goreng dan mentega, daging sapi dan ayam, telur ayam, susu, bawang merah dan bawang putih, gas elpiji dan minyak tanah, serta garam.
Selain itu, cabai menjadi kebutuhan dapur yang sangat penting meski tidak termasuk sembilan bahan pokok utama. Harga cabai mempengaruhi biaya masak dan konsumsi rumah tangga sehari-hari.
Berikut daftar harga rata-rata sembako di Jawa Timur, Kamis 19 Februari 2026, menurut sistem informasi ketersediaan dan perkembangan harga bahan pokok (Siskaperbapo):
Beras Premium: Rp 14.899/kg, Beras Medium: Rp 12.934/kg.
Gula kristal putih: Rp 16.583/kg, Minyak goreng curah: Rp 18.489/kg.
Minyak goreng kemasan premium: Rp 20.748/liter, Minyak goreng kemasan sederhana: Rp 17.496/liter.
Minyak goreng Minyakita: Rp 16.104/liter, Daging sapi paha belakang: Rp 120.513/kg.
Daging ayam ras: Rp 39.952/kg, Daging ayam kampung: Rp 70.156/kg.
Telur ayam ras: Rp 29.748/kg, Telur ayam kampung: Rp 45.380/kg.
Susu kental manis merek Bendera: Rp 12.537/370 gr, Susu kental manis merek Indomilk: Rp 12.449/370 gr.
Susu bubuk merek Bendera: Rp 42.460/400 gr, Susu bubuk merek Indomilk: Rp 41.714/400 gr.
Garam bata: Rp 2.070, Garam halus: Rp 9.517/kg.
Cabai merah keriting: Rp 37.644/kg, Cabai merah besar: Rp 34.510/kg, Cabai rawit merah: Rp 90.292/kg.
Bawang merah: Rp 37.805/kg, Bawang putih: Rp 32.648/kg, Gas elpiji: Rp 19.986/tabung.
Kenaikan hari ini mencatat gas elpiji naik Rp 231 atau 1,17 persen. Daging ayam kampung naik Rp 351 atau 0,50 persen, sedangkan daging sapi naik Rp 123 atau 0,10 persen.
Bawang merah naik Rp 158 atau 0,42 persen, bawang putih naik Rp 328 atau 1,02 persen. Cabai keriting naik Rp 1.542 atau 4,27 persen, cabai besar naik Rp 1.726 atau 5,26 persen, cabai rawit merah naik Rp 2.234 atau 1,54 persen.
Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Harga Sembako
Perubahan harga sembako dipengaruhi banyak faktor mulai dari biaya produksi hingga kondisi cuaca. Permintaan tinggi sementara penawaran tetap atau berkurang cenderung menaikkan harga.
Sebaliknya, jika penawaran lebih banyak daripada permintaan, harga bisa turun. Cuaca ekstrem, bencana alam, atau perubahan musim juga memengaruhi produksi pertanian, sehingga pasokan bisa berkurang.
Kebijakan impor, subsidi, pajak, atau regulasi pemerintah turut memengaruhi harga sembako. Misalnya, pembatasan impor atau penyesuaian pajak dapat menambah biaya pokok masyarakat.
Kenaikan harga bahan baku, pupuk, bahan bakar, atau upah pekerja meningkatkan biaya produksi dan distribusi. Biaya transportasi yang tinggi turut berdampak pada harga jual di pasar.
Fluktuasi nilai tukar mata uang terutama untuk barang impor juga dapat menyebabkan harga naik. Depresiasi rupiah membuat bahan pokok impor menjadi lebih mahal di pasaran.
Tingkat inflasi yang tinggi berpengaruh langsung terhadap kenaikan harga sembako. Kondisi ekonomi yang tidak stabil memperburuk situasi dan memengaruhi daya beli masyarakat.
Masalah rantai distribusi seperti kemacetan, pemogokan, atau hambatan logistik bisa menyebabkan keterlambatan pengiriman. Dampaknya, pasokan berkurang sehingga harga di pasar ikut naik.
Berbagai faktor ini membuat harga sembako kerap berubah dari hari ke hari. Oleh sebab itu, pengawasan ketat dan kebijakan tepat diperlukan untuk menjaga kestabilan pasar.
Harga sembako juga bisa berbeda di setiap pasar. Data di atas merupakan harga rata-rata untuk wilayah Jawa Timur.
Pentingnya Memantau Harga Sembako Secara Rutin
Pemantauan harga harian membantu masyarakat mengatur anggaran belanja rumah tangga. Dengan mengetahui fluktuasi harga, keluarga bisa menyesuaikan konsumsi agar pengeluaran tidak membengkak.
Selain itu, informasi harga membantu pedagang menentukan strategi penjualan dan stok barang. Ketersediaan barang dan harga yang stabil menjadi kunci agar pasar tetap kondusif.
Harga sembako yang terus berubah menuntut masyarakat untuk lebih teliti saat berbelanja. Perbandingan harga antar pasar bisa menjadi solusi agar tetap hemat dan memenuhi kebutuhan harian.
Pemahaman tentang faktor penyebab kenaikan atau penurunan harga juga membantu warga memprediksi tren harga. Hal ini bisa dijadikan panduan membeli sembako dalam jumlah yang tepat.
Selain itu, pemerintah dapat memanfaatkan data ini untuk merancang kebijakan stabilisasi harga. Subsidi atau intervensi pasar dapat diterapkan jika harga bahan pokok naik terlalu tinggi.
Dengan pemantauan yang konsisten, masyarakat dan pemerintah bisa bekerja sama menjaga harga sembako tetap stabil. Hal ini akan membantu meringankan beban biaya hidup sehari-hari di Jawa Timur.