JAKARTA - Membuat puding lapis tidak sekadar menuang satu lapisan di atas yang lain. Salah satu masalah umum adalah lapisan tidak menempel sempurna dan teksturnya menjadi berair.
Ketidakseimbangan takaran bahan atau suhu saat menuang dapat memicu masalah ini. Hasilnya puding terlihat pecah atau mudah hancur saat dikeluarkan dari cetakan.
Campuran Jeli dan Gelatin untuk Tekstur Sempurna
Putri Miranti, koki sekaligus pebisnis, menyarankan menggunakan campuran jeli dan gelatin. Campuran ini membuat puding lebih lembut, stabil, dan tidak cepat berair dibandingkan hanya memakai jeli.
“Pakai gelatinnya sedikit saja, 10 persen dari total jeli yang digunakan,” jelas Putri saat ditemui di Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026. Teknik ini memastikan puding memiliki tekstur yang konsisten di setiap lapisan.
Teknik Blooming untuk Gelatin
Berbeda dengan agar-agar yang harus dimasak hingga mendidih, gelatin tidak perlu dimasak. Gelatin cukup direndam dalam air hingga mengembang, kemudian dipanaskan sebentar sebelum dicampur dengan bahan lainnya.
Proses ini dikenal sebagai teknik blooming dan membantu gelatin mengikat lapisan jeli dengan baik. Dengan cara ini, lapisan puding lebih solid dan tidak berair saat dingin.
Waktu pengesetan juga penting. Campuran jeli dan gelatin biasanya membutuhkan waktu 2–3 jam untuk mengeras sempurna sebelum dilapisi.
Rebus Bahan dengan Api Sedang
Saat mencampur jeli, gelatin, susu, dan air, gunakan api kompor sedang. Api sedang menjaga campuran tetap merata dan mencegah pecah atau menggumpal karena terlalu panas.
Memasak dengan api besar sering membuat campuran cepat mendidih dan teksturnya tidak rata. Cara ini juga memudahkan proses pencampuran bahan tambahan seperti gula atau perasa agar tercampur merata.
Persiapan Cetakan Puding
Cetakan puding sebaiknya dibasahi terlebih dahulu dengan air matang sebelum menuang adonan. Cetakan yang basah memudahkan puding dikeluarkan, sehingga bentuk tetap rapi dan tidak menempel di sisi cetakan.
Cara ini juga mencegah lapisan pertama terlepas saat menuang lapisan kedua. Hasil akhirnya adalah puding lapis yang utuh, rapi, dan terlihat profesional.
Menuang Lapisan Kedua Selagi Hangat
Kunci agar lapisan puding menempel sempurna adalah menuang lapisan kedua selagi hangat. Lapisan pertama harus sudah mengeras, kemudian tuang lapisan kedua yang cukup panas agar menempel dan mengeset bersamaan.
Jika ingin lebih mudah, lapisan pertama bisa didinginkan di kulkas sementara. Setelah lapisan kedua selesai dimasak, keluarkan lapisan pertama dan segera tuang adonan panas agar menyatu sempurna.
Tips Tambahan Agar Puding Rapi dan Cantik
Penggunaan spatula atau sendok datar bisa membantu meratakan lapisan saat menuang. Lapisan puding yang rata membuat tampilan lebih menarik dan profesional.
Selain itu, perhatikan proporsi bahan agar puding tidak terlalu encer. Puding dengan proporsi tepat lebih mudah menempel dan tidak berair, bahkan setelah disimpan beberapa jam di kulkas.
Variasi Rasa dan Warna
Puding lapis dapat dikreasikan dengan berbagai rasa dan warna. Misalnya, lapisan pertama bisa cokelat, lapisan kedua pandan, dan lapisan ketiga susu untuk tampilan menarik.
Kombinasi rasa yang seimbang juga membuat puding lebih enak dinikmati. Rasa tidak terlalu manis, tekstur lembut, dan lapisan menempel sempurna membuat puding disukai banyak orang.
Kesimpulan Membuat Puding Lapis Ideal
Membuat puding lapis yang menempel dan tidak berair memerlukan teknik, bahan, dan kesabaran. Campuran jeli dan gelatin, teknik blooming, api sedang saat memasak, serta menuang lapisan kedua selagi hangat adalah kunci utamanya.
Dengan memperhatikan tips ini, siapapun bisa membuat puding lapis rapi, lembut, dan enak di rumah. Hasilnya bisa jadi sajian cantik untuk keluarga, teman, atau acara spesial tanpa khawatir lapisan terlepas atau tekstur berair.