Enam Nasi Goreng Legendaris Jakarta

6 Nasi Goreng Legendaris Jakarta yang Paling Diburu Pecinta Kuliner Malam

6 Nasi Goreng Legendaris Jakarta yang Paling Diburu Pecinta Kuliner Malam
6 Nasi Goreng Legendaris Jakarta yang Paling Diburu Pecinta Kuliner Malam

JAKARTA - Banyak orang sepakat bahwa nasi goreng bukan sekadar makanan, melainkan teman setia di berbagai suasana. Dari pagi hingga tengah malam, menu ini selalu hadir sebagai pilihan yang terasa aman sekaligus memuaskan.

Setuju gak sih, nasi goreng itu sering kali menjadi comfort food sejuta umat Indonesia? Mau sarapan buru-buru, makan siang di sela kerja, atau ganjel perut tengah malam, menu satu ini hampir selalu jadi jawaban paling aman.

Rasanya familiar, mengenyangkan, dan punya banyak versi yang bisa disesuaikan dengan selera. Dari yang manis kecap, pedas rempah, sampai yang topping-nya brutal, semua bisa ditemukan di satu kota.

Masalahnya, Jakarta itu luas. Pilihan nasi goreng ada di mana-mana, tapi yang benar-benar enak, berkarakter, dan bikin pengin balik lagi, enggak semuanya gampang ditemukan.

Ada yang viral karena porsinya gila-gilaan, ada yang legendaris puluhan tahun, sampai yang unik dari cara penyajiannya. Setiap tempat punya cerita sendiri yang membuat pelanggan datang lagi dan lagi.

Mulai dari nasi goreng gerobakan yang selalu ludes siang hari, nasi goreng mangkok yang ikonik, sampai nasi goreng Padang penuh rempah. Siap-siap lapar, ya.

Nasi Goreng Siang Hari yang Selalu Ludes

Kalau biasanya nasi goreng identik dengan kuliner malam, Nasi Goreng Pak Kumis justru jadi legenda di jam makan siang. Berlokasi di Jalan Pintu Air Raya, Pasar Baru, Jakarta Pusat, tempat ini buka mulai pukul 10 pagi dan sering kali habis sebelum jam 2 siang.

Yang bikin heboh, Pak Kumis bisa menghabiskan ratusan porsi hanya dalam hitungan jam. Fenomena ini membuat banyak pekerja kantoran rela datang lebih awal demi mendapatkan sepiring nasi goreng favorit mereka.

Menu andalan di sini adalah nasi goreng spesial pete. Pete-nya enggak main-main: hijau, segar, crunchy, dan jumlahnya banyak.

Karakter rasanya khas nasi goreng gerobakan Jakarta. Bumbunya medok, warnanya cokelat pekat menggoda, hasil perpaduan kecap manis dan racikan bumbu rahasia.

Tekstur nasinya pas, tidak lembek dan tidak terlalu kering. Semua dimasak dengan api besar, menghasilkan aroma smokey yang nempel di lidah.

Satu porsi spesial diisi topping melimpah: irisan bakso, sosis, ayam suwir potongan besar, plus ati ampela bagi yang suka. Dengan harga yang masih masuk akal, wajar kalau tempat ini selalu dipenuhi antrean.

Nasi goreng Pak Kumis menjadi bukti bahwa nasi goreng tidak harus menunggu malam. Di siang hari pun, sepiring nasi goreng hangat tetap terasa nikmat dan memuaskan.

Nasi Goreng Mangkok Ikonik yang Penuh Nostalgia

Beranjak ke Cempaka Putih, ada nasi goreng legendaris yang sudah berjualan sejak 1986, yakni Nasi Goreng Mangkok Pakde Mino. Sesuai namanya, nasi goreng di sini disajikan menggunakan mangkok, bukan piring.

Uniknya, ketika sempat mencoba mengganti piring, pelanggan justru protes karena merasa sensasinya berbeda. Mangkok dianggap menjaga panas nasi goreng lebih lama dan memberi rasa khas tersendiri.

Ciri utama nasi goreng ini adalah topping cakwe Jawa—adonan terigu, udang, dan ayam yang digoreng garing, lalu dipotong dan dicampurkan ke nasi. Topping ini memberi tekstur renyah yang kontras dengan nasi yang lembut.

Gaya nasi gorengnya Javanese style, dengan tekstur nasi lebih pulen dan sedikit basah. Rasanya gurih dengan sentuhan manis yang seimbang, tidak bikin enek.

Sambal disajikan terpisah, jadi ramah buat yang tidak suka pedas. Untuk pecinta pedas, tersedia irisan cabai rawit hijau yang bisa diulek sendiri.

Harga mulai Rp20 ribuan, porsinya mengenyangkan dan hangatnya awet. Banyak pelanggan datang bukan hanya untuk makan, tetapi juga untuk bernostalgia dengan rasa yang tidak berubah sejak puluhan tahun lalu.

Nasi Goreng Mangkok Pakde Mino membuktikan bahwa konsistensi rasa adalah kunci. Meski tren kuliner terus berubah, nasi goreng ini tetap bertahan dan dicintai lintas generasi.

Porsi Brutal dan Rempah Nampol Favorit Night Owl

Kalau kamu tipe yang sering lapar tengah malam, Nasi Goreng Gila Perapatan 32 di Cipinang Muara, Jakarta Timur, wajib masuk daftar. Tempat ini buka dari jam 5 sore sampai 3 pagi, jadi favorit para night owl.

Disebut “gila” bukan tanpa alasan. Porsinya barbar, dengan satu wajan besar penuh sosis, bakso, ayam, ati ampela, dan sayuran ditumis sekaligus.

Keunggulan utamanya ada di bumbu. Aromanya kuat dan kompleks, dengan sentuhan rempah yang mengingatkan pada rendang atau gulai, tapi versi nasi goreng.

Rasanya gurih, manis, dan pedasnya nampol. Tekstur nasinya sedikit ambyar, bertemu topping nyemek yang kaya rasa.

Bonusnya, air putih gratis untuk makan di tempat. Detail kecil ini bikin tempat ini makin dicintai warga sekitar dan anak kos.

Beralih ke Jakarta Barat, ada Nasi Goreng Padang Bopet Sutan Mudo di Rawa Belong, dekat area kampus BINUS. Tempat ini buka 24 jam dan jadi favorit mahasiswa.

Berbeda dari nasi goreng biasa, versi Padang ini menggunakan bumbu rempah Minang yang kaya. Warnanya merah menggoda dari cabai giling dan rempah, bukan saus tomat.

Nasinya menggunakan beras pera, sehingga butirannya terpisah dan tidak lengket. Tekstur ini membuat bumbu lebih mudah menyelimuti setiap butir nasi.

Menu wajibnya adalah nasi goreng rendang plus telur barendo. Telurnya digoreng kering, keriting, dan renyah, dipadukan dengan suwiran daging rendang yang empuk.

Rasanya pedas, gurih, dan berempah. Sensasinya seperti makan masakan Padang dalam bentuk nasi goreng yang praktis dan mengenyangkan.

Nasi Goreng Smokey Otentik Favorit Pecinta Rasa Gurih

Keunggulan Nasi Goreng Mas Rono terletak pada teknik memasaknya. Abang penjualnya sangat piawai memainkan api besar, menghasilkan aroma wok hei yang kuat.

Tekstur nasinya pera, kering, dan grainy, tanpa kesan lembek. Bumbunya cenderung gurih asin, bukan manis berlebihan.

Toppingnya pas: bakso, sosis, dan ayam. Tidak berlebihan, tetapi cukup untuk memberi rasa lengkap di setiap suapan.

Nilai plusnya, acar dan kerupuk bisa ambil sepuasnya. Kombinasi nasi goreng smokey, acar yang segar, dan kerupuk renyah menjadikan Mas Rono salah satu representasi nasi goreng kampung terbaik di Jakarta.

Dari semua rekomendasi ini, benang merahnya satu: rasa jujur dan konsisten. Entah itu nasi goreng gerobakan, nasi goreng mangkok, atau nasi goreng Padang, semuanya punya ciri khas yang membuat pelanggan kembali lagi.

Jakarta memang surganya nasi goreng. Tinggal soal selera: mau yang smokey, pedas rempah, atau topping brutal.

Setiap tempat punya karakter yang membuat pengalaman makan jadi berbeda. Ada yang unggul di aroma, ada yang menang di porsi, ada pula yang memikat lewat nostalgia.

Nasi goreng bukan sekadar soal mengenyangkan perut. Ia juga menghadirkan rasa akrab yang mengingatkan banyak orang pada rumah dan kebiasaan sehari-hari.

Di tengah banyaknya pilihan kuliner modern, nasi goreng tetap punya tempat spesial di hati masyarakat. Kesederhanaannya justru menjadi kekuatan yang membuatnya tak lekang oleh waktu.

Mulai dari gerobakan kaki lima hingga warung legendaris, nasi goreng selalu berhasil mencuri perhatian. Setiap penjual memiliki racikan bumbu dan teknik masak yang membedakan satu dengan lainnya.

Bagi pencinta kuliner, menjelajah nasi goreng di Jakarta seperti membuka peta rasa yang luas. Setiap sudut kota menawarkan versi nasi goreng yang unik dan menggoda.

Ada yang cocok disantap saat makan siang, ada yang jadi andalan tengah malam. Semua kembali pada mood dan selera masing-masing penikmatnya.

Dengan berbagai pilihan ini, sulit rasanya bosan makan nasi goreng. Selalu ada variasi rasa yang bisa dicoba di hari berikutnya.

Tak heran jika nasi goreng disebut sebagai makanan sejuta umat. Di mana pun berada, sepiring nasi goreng hangat selalu terasa pas.

Dari yang sederhana sampai yang penuh topping, nasi goreng tetap menjadi simbol kehangatan dan kepraktisan. Ia bukan hanya makanan, tetapi juga bagian dari budaya kuliner sehari-hari.

Kalau sedang bingung mau makan apa, nasi goreng hampir selalu jadi jawaban paling aman. Tinggal pilih versi yang paling sesuai dengan lidah dan suasana hati.

Dengan begitu banyak pilihan lezat di Jakarta, pencinta nasi goreng tidak akan kehabisan destinasi. Setiap kunjungan bisa menghadirkan pengalaman rasa yang berbeda.

Jadi, mau yang smokey, pedas rempah, atau topping brutal. Tinggal pilih sesuai mood dan jam makanmu.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index