JAKARTA - Durian dikenal sebagai buah tropis dengan aroma khas yang kuat dan rasa manis legit yang digemari banyak orang. Namun, di balik kelezatannya, durian memiliki karakteristik tertentu yang membuatnya tidak cocok dikombinasikan dengan beberapa jenis makanan dan minuman.
Buah ini sering dijuluki sebagai “raja buah” karena teksturnya yang lembut dan kandungan gizinya yang cukup tinggi. Meski begitu, konsumsi durian bukan tanpa risiko, terutama jika dikombinasikan dengan asupan yang kurang tepat.
Beberapa makanan dan minuman tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi bersama durian. Jenisnya tidak hanya minuman alkohol, tapi juga makanan dan minuman ini.
Dengan aroma khasnya yang tajam, durian jadi favorit banyak orang. Rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut juga jadi alasan durian begitu dicintai.
Namun konsumsi durian bukan tanpa risiko. Usai menyantapnya, seseorang bisa saja mengalami gangguan pencernaan hingga efek yang lebih serius bagi kesehatan.
Bahkan pada penyakit tertentu seperti diabetes contohnya, durian dikhawatirkan memperburuk diabetes jika dikonsumsi terlalu sering. Oleh karena itu, memahami kombinasi makanan yang aman saat mengonsumsi durian menjadi hal penting.
Durian memiliki kandungan gula, lemak, serta kalori yang cukup tinggi dibandingkan buah lainnya. Jika tidak dikonsumsi secara bijak, durian dapat memberikan beban tambahan bagi metabolisme tubuh.
Kondisi ini bisa semakin berat jika durian dikombinasikan dengan makanan atau minuman tertentu. Kombinasi yang tidak tepat berpotensi memicu rasa tidak nyaman hingga gangguan kesehatan.
Karena itu, masyarakat perlu mengetahui pantangan saat makan durian. Langkah ini bertujuan agar manfaat durian tetap bisa dirasakan tanpa menimbulkan dampak buruk.
Berikut lima makanan dan minuman yang tidak boleh dimakan bersama durian. Informasi ini dirangkum dari berbagai sumber dan pengalaman para ahli kesehatan.
Minuman Alkohol dan Kopi
Minuman alkohol sebaiknya tidak diminum bersama dengan makan durian. Foto: iStock.
Jangan minum alkohol jika mengonsumsi durian. Minum alkohol dan mengonsumsi durian dapat meningkatkan efek samping alkohol.
Dr. Huynh Tan Vu dari Rumah Sakit Universitas Kedokteran dan Farmasi Kota Ho Chi Minh, dalam artikel VnExpress, menjelaskan mengonsumsi durian dengan alkohol dapat menghasilkan panas tubuh yang berlebihan. Bagi penderita diabetes atau tekanan darah tinggi, kandungan dalam alkohol dan durian akan memperburuk gejalanya.
Kombinasi durian dan alkohol juga dapat membuat tubuh mengalami ketidakseimbangan metabolisme. Hal ini dapat menyebabkan rasa pusing, mual, bahkan jantung berdebar pada sebagian orang.
Durian sendiri dikenal sebagai buah yang memiliki sifat “panas” menurut kepercayaan tradisional. Ketika dikombinasikan dengan alkohol, efek panas tersebut dapat meningkat secara signifikan.
Selain alkohol, kopi juga tidak disarankan dikonsumsi bersamaan dengan durian. Kedua jenis minuman ini dapat saling memicu efek yang tidak diinginkan pada tubuh.
Jangan juga minum kopi bersama dengan durian karena dapat berbahaya. Foto: Getty Images/dr Barmely.
Mengutip situs Says, dr Ahmad Samhan menjelaskan buah yang juga digemari rakyat Malaysia itu mengandungi sulfur dan tinggi karbohidrat. Dokter asal negeri Jiran ini menjelaskan di lain sisi kopi mempunyai kandungan kafein.
Gabungan kedua zat yang terkandung, dapat menyebabkan dehidrasi. Kondisi ini membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat dibandingkan jika hanya mengonsumsi salah satunya saja.
Selain itu, memadukan durian dengan kopi dapat menyebabkan masalah pencernaan. Mengonsumsi keduanya pada orang sehat tidaklah berbahaya, namun dapat memicu asam lambung pada seseorang dengan riwayat sakit maag sebelumnya.
Paduan durian dan kopi juga bisa memicu risiko mabuk hingga keracunan ringan. Setelah makan durian, tunggu setidaknya empat hingga enam jam sebelum minum kopi.
Kombinasi ini juga dapat meningkatkan detak jantung pada beberapa orang. Hal tersebut terjadi karena tubuh harus bekerja lebih keras untuk memetabolisme kedua zat tersebut sekaligus.
Karena itu, sebaiknya durian dikonsumsi sendiri tanpa tambahan minuman berkafein atau alkohol. Langkah ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan tubuh dan menghindari efek samping yang tidak diinginkan.
Makanan Pedas dan Berminyak
Baik Dr Ahmad Samhan maupun Dr. Huynh Tan Vu, senada mengungkapkan bahwa mengonsumsi durian sebaiknya tidak dengan makanan pedas. Durian dikenal karena 'rasa panasnya', yang hal ini tentu akan memperburuk pencernaan jika ditambah dengan makanan pedas.
Mengonsumsi keduanya secara bersamaan dapat menyebabkan kegelisahan dan ketidaknyamanan. Hindari juga konsumsi makanan berminyak, pedas, dan berprotein tinggi setelah makan durian.
Makanan pedas sendiri dapat memicu produksi asam lambung yang berlebihan. Jika dikombinasikan dengan durian, risiko gangguan lambung akan semakin meningkat.
Durian memiliki tekstur lembut dan rasa manis yang kaya. Ketika dikonsumsi bersama makanan pedas, sensasi panas di dalam tubuh dapat menjadi lebih intens.
Hal ini bisa menyebabkan perut terasa tidak nyaman, mual, atau bahkan diare pada sebagian orang. Reaksi tersebut biasanya muncul karena sistem pencernaan bekerja lebih berat.
Selain pedas, makanan berminyak juga tidak dianjurkan setelah makan durian. Lemak berlebih dapat memperlambat proses pencernaan sehingga menambah beban pada lambung.
Jika durian dikonsumsi bersama makanan berminyak, tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk mencerna keduanya. Hal ini bisa memicu rasa penuh di perut yang berkepanjangan.
Bagi orang dengan gangguan pencernaan, kombinasi ini dapat memperburuk gejala yang sudah ada. Oleh karena itu, sebaiknya konsumsi durian dilakukan dalam kondisi perut yang relatif ringan.
Masyarakat juga disarankan untuk tidak langsung menyantap makanan berat setelah makan durian. Memberi jeda waktu dapat membantu sistem pencernaan bekerja lebih optimal.
Mengonsumsi durian dengan cara yang tepat dapat membantu memaksimalkan manfaatnya. Sebaliknya, kombinasi yang tidak sesuai justru dapat mengurangi kenyamanan tubuh.
Daging-Dagingan
Daging sapi sebaiknya tidak dikonsumsi bersama dengan durian. Foto: iStock.
Daging sapi, domba, hingga babi tidak disarankan untuk dikonsumsi bersama durian. Sebab durian mengandung gula, kalium, lemak, dan indeks glikemik yang tinggi.
Daging juga kaya akan protein dan juga lemak. Lemak jenuh dalam daging ini dapat meningkatkan kadar kolesterol darah.
Makan durian dengan daging ini dapat menyebabkan lonjakan kadar kolesterol. Kondisi ini dapat membahayakan kesehatan, terutama bagi penderita kolesterol tinggi.
Durian sendiri memiliki kandungan lemak yang cukup signifikan untuk ukuran buah. Jika dikombinasikan dengan daging, asupan lemak harian bisa meningkat drastis dalam waktu singkat.
Kombinasi ini membuat sistem pencernaan bekerja lebih keras. Tubuh membutuhkan energi lebih besar untuk memetabolisme lemak dan protein dalam jumlah tinggi sekaligus.
Bagi sebagian orang, makan durian bersama daging dapat memicu rasa mual dan tidak nyaman di perut. Hal ini disebabkan oleh proses pencernaan yang berjalan lebih lambat.
Selain itu, lonjakan kadar kolesterol dapat berdampak pada kesehatan jantung jika terjadi secara berulang. Oleh karena itu, sebaiknya konsumsi durian tidak disandingkan dengan makanan tinggi lemak.
Masyarakat yang memiliki riwayat penyakit jantung atau kolesterol tinggi perlu lebih berhati-hati. Kombinasi durian dan daging sebaiknya benar-benar dihindari.
Mengonsumsi durian secara terpisah dari makanan berat dapat membantu tubuh memproses nutrisi dengan lebih efisien. Cara ini juga dapat mengurangi risiko gangguan pencernaan.
Minuman dan Makanan Manis
Dr Ahmad Samhan mengatakan selain minuman beralkohol, minuman dan makanan yang mengandung gula tinggi juga tidak direkomendasikan. Seperti minuman berkarbonasi atau soda, sampai buah-buahan yang tinggi gula.
Dr Ahmad menjelaskan memadukan makanan atau minuman yang dapat memberikan stres berlebihan pada tubuh, dapat memperburuk gejala bagi penderita seperti diabetes. Dia menyarankan untuk seusai menyantap durian, perbanyak minum air putih untuk membantu membuang racun dalam tubuh.
Durian sendiri sudah memiliki kadar gula alami yang cukup tinggi. Jika ditambah dengan minuman manis, asupan gula harian bisa melonjak drastis.
Lonjakan kadar gula darah ini berisiko bagi penderita diabetes atau orang yang memiliki sensitivitas terhadap gula. Kondisi tersebut dapat menyebabkan tubuh cepat lelah, haus berlebihan, hingga pusing.
Minuman berkarbonasi juga dapat memperburuk rasa tidak nyaman di perut. Gas dalam minuman tersebut bisa memicu kembung jika dikonsumsi setelah makan durian.
Buah-buahan dengan kandungan gula tinggi juga sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan. Kombinasi ini dapat membuat tubuh menerima asupan gula berlebih dalam waktu singkat.
Selain itu, makanan penutup yang manis juga tidak dianjurkan setelah makan durian. Hal ini karena durian sendiri sudah memberikan sensasi manis yang cukup kuat.
Untuk menjaga keseimbangan tubuh, air putih menjadi pilihan terbaik setelah mengonsumsi durian. Air membantu menetralisir efek panas dan membantu proses metabolisme berjalan lebih lancar.
Minum air putih juga membantu menjaga hidrasi tubuh. Cara ini dapat mengurangi risiko gangguan pencernaan dan ketidaknyamanan setelah makan durian.
Masyarakat disarankan untuk menghindari makanan dan minuman manis setidaknya beberapa jam setelah menyantap durian. Langkah ini bertujuan agar tubuh memiliki waktu cukup untuk memproses kandungan gula dari durian.
Pentingnya Mengatur Pola Konsumsi Durian
Durian memang memiliki banyak penggemar karena rasanya yang khas dan teksturnya yang lembut. Namun, konsumsi yang tidak tepat dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan.
Mengetahui pantangan makanan dan minuman saat makan durian menjadi langkah penting. Hal ini membantu masyarakat menikmati durian tanpa harus mengalami efek samping yang merugikan.
Setiap individu memiliki kondisi tubuh yang berbeda. Oleh karena itu, reaksi terhadap kombinasi makanan tertentu juga bisa bervariasi.
Orang dengan riwayat penyakit tertentu seperti diabetes, hipertensi, atau gangguan pencernaan perlu lebih berhati-hati. Konsumsi durian sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing.
Durian sebaiknya dikonsumsi dalam porsi yang wajar. Mengonsumsi dalam jumlah berlebihan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan meskipun tanpa kombinasi makanan tertentu.
Selain memperhatikan jumlah konsumsi, penting juga untuk memperhatikan waktu dan pasangan makanan yang dikonsumsi bersama durian. Kombinasi yang tepat dapat membantu tubuh memproses nutrisi dengan lebih optimal.
Masyarakat juga disarankan untuk memberikan jeda waktu sebelum mengonsumsi makanan atau minuman tertentu setelah makan durian. Jeda ini membantu sistem pencernaan bekerja secara lebih efisien.
Mengonsumsi durian sebagai camilan tunggal dapat menjadi pilihan yang lebih aman. Cara ini membantu meminimalkan interaksi negatif dengan makanan atau minuman lain.
Air putih menjadi pasangan terbaik setelah makan durian. Selain membantu hidrasi, air putih juga membantu mengurangi efek panas dalam tubuh.
Menghindari alkohol, kopi, makanan pedas, daging, serta makanan manis setelah makan durian dapat membantu menjaga keseimbangan tubuh. Langkah sederhana ini dapat memberikan manfaat kesehatan yang signifikan.
Durian tetap dapat dinikmati sebagai bagian dari pola makan sehat jika dikonsumsi secara bijak. Kesadaran terhadap pantangan ini membantu masyarakat tetap sehat tanpa harus menghindari durian sepenuhnya.
Dengan memahami kombinasi yang perlu dihindari, masyarakat dapat menikmati durian dengan lebih aman dan nyaman. Pengetahuan ini juga membantu mencegah risiko gangguan kesehatan yang tidak perlu.
Durian bukanlah buah yang harus dijauhi, tetapi perlu dikonsumsi dengan cara yang tepat. Pola konsumsi yang bijak akan membantu tubuh mendapatkan manfaat tanpa efek samping yang merugikan.
Pada akhirnya, durian tetap menjadi buah favorit yang bisa dinikmati oleh banyak orang. Namun, memahami batasan dan pantangan akan membuat pengalaman menikmati durian menjadi lebih aman dan menyenangkan.