Saham

IHSG Terjun Bebas di Awal Perdagangan Rabu, Investor Waspada Arah Pasar Saham Hari Ini

IHSG Terjun Bebas di Awal Perdagangan Rabu, Investor Waspada Arah Pasar Saham Hari Ini
IHSG Terjun Bebas di Awal Perdagangan Rabu, Investor Waspada Arah Pasar Saham Hari Ini

JAKARTA - Pembukaan pasar saham hari ini langsung diwarnai tekanan besar yang mengejutkan pelaku pasar. Pergerakan tersebut menjadi perhatian karena terjadi setelah IHSG sempat menunjukkan stabilitas pada sesi sebelumnya.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pagi ini mengalami pelemahan signifikan. Pada pembukaan perdagangan hari ini, Rabu 28 Januari 2026, IHSG berada di posisi 8.393,514.

Mengacu data RTI yang terekam hingga pukul 09.26 WIB, IHSG langsung ambruk sebanyak 421,156 poin setara 4,69 persen ke level 8.559,073. Tekanan jual terlihat merata di hampir seluruh sektor perdagangan.

Adapun sebanyak 607 saham emiten melemah pada perdagangan pagi ini. Sementara, 45 saham lainnya menguat dan 54 saham stagnan.

Untuk sementara, total transaksi yang tercatat hingga pukul 09.26 WIB sebanyak Rp12,183 triliun. Total saham yang diperdagangkan mencapai 16,786 miliar saham.

Kondisi ini membuat pelaku pasar langsung bersikap defensif terhadap pergerakan indeks. Investor ritel maupun institusi memilih mencermati perkembangan lanjutan sebelum mengambil keputusan transaksi lanjutan.

Tekanan besar di awal perdagangan menunjukkan bahwa sentimen global dan domestik masih memegang peranan penting. Hal ini sekaligus mempertegas bahwa volatilitas pasar saham masih cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir.

Prediksi Pergerakan IHSG Hari Ini

Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman mengatakan IHSG berpotensi melanjutkan penguatan hari ini, jika kuat bertahan di support 8.900. "Diperkirakan support IHSG 8.900-8.940 dan resist IHSG 9.000-9.050," ungkap Fanny dalam analisis hariannya.

Pernyataan tersebut memberikan gambaran bahwa peluang pemulihan masih terbuka apabila indeks mampu bertahan di area teknikal penting. Namun, tekanan besar di awal perdagangan membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati dalam membaca arah pergerakan.

Adapun, IHSG pada perdagangan kemarin, 27 Januari 2026, ditutup naik 0,05 persen. Namun, kenaikan tersebut disertai dengan net sell asing sebesar Rp1,65 triliun.

Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, ANTM, BMRI, BUMI, dan ADRO. Aksi jual tersebut memperlihatkan adanya sikap wait and see investor global terhadap pasar domestik.

Kondisi ini mempertegas bahwa aliran dana asing masih belum sepenuhnya stabil. Tekanan jual asing sering kali menjadi katalis penting terhadap pergerakan IHSG dalam jangka pendek.

Pelaku pasar menilai bahwa kombinasi faktor teknikal dan sentimen global masih menjadi penentu utama arah indeks. Oleh karena itu, pergerakan IHSG hari ini diperkirakan tetap fluktuatif.

Sentimen Global Membayangi Pasar Saham

Sementara itu, indeks-indeks saham Wall Street mayoritas menguat pada perdagangan Selasa, 27 Januari 2026. Saat ini, pelaku pasar menanti rilis laporan kinerja emiten teknologi sekaligus keputusan suku bunga pertama The Fed pada tahun ini.

Indeks S&P 500 tercatat menguat 0,41 persen, sementara Nasdaq Composite naik 0,91 persen. Sedangkan, Dow Jones Industrial Average melemah 0,83 persen.

Pergerakan bursa AS tersebut memberikan sentimen campuran bagi pasar global. Kenaikan saham teknologi mendorong optimisme, tetapi pelemahan Dow Jones menandakan adanya kekhawatiran di sektor tertentu.

Di sisi lain, Bursa Saham Asia menguat pada Selasa, 27 Januari 2026. Penguatan ini didorong oleh harapan investor terhadap kinerja laba perusahaan-perusahaan raksasa Amerika Serikat.

Namun, langkah Presiden AS Donald Trump menaikkan tarif impor terhadap Korea Selatan membatasi penguatan pasar secara meluas. Kebijakan tersebut sekaligus mendorong kenaikan harga emas dan perak sebagai aset lindung nilai.

Di Korea Selatan, indeks Kospi menguat 2,73 persen. Sementara itu, indeks Kosdaq naik 1,71 persen.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 0,85 persen. Sedangkan, indeks Topix bertambah 0,31 persen.

Di sisi lain, indeks Hang Seng di Hong Kong menguat 1,35 persen. Taiex di Taiwan naik 0,79 persen dan S&P/ASX 200 Australia bertambah 0,92 persen.

Penguatan bursa Asia ini seharusnya menjadi sentimen positif bagi pasar saham regional. Namun, tekanan jual besar di IHSG menunjukkan bahwa faktor domestik dan teknikal masih lebih dominan.

Pelaku pasar menilai bahwa ketidakpastian arah kebijakan global, terutama terkait suku bunga AS dan tarif perdagangan, membuat investor memilih bersikap lebih defensif. Kondisi tersebut mendorong aksi jual di sejumlah saham berkapitalisasi besar.

Tekanan ini juga memperlihatkan bahwa pasar domestik belum sepenuhnya mampu mengimbangi sentimen positif dari luar negeri. Hal ini membuat IHSG bergerak berlawanan dengan mayoritas bursa Asia pada pagi hari ini.

Rekomendasi Saham dan Strategi Trading

Disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan trading idea hari ini, yaitu ELSA, BKSL, HRTA, LPCK, LPKR, dan ASLI. Rekomendasi tersebut disusun berdasarkan analisis teknikal dan pergerakan harga terkini.

Rekomendasi ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi investor dalam mengambil keputusan jangka pendek. Namun, pelaku pasar tetap disarankan untuk memperhatikan manajemen risiko dalam setiap transaksi.

Untuk saham ELSA, direkomendasikan spec buy dengan area beli di Rp630-Rp650. Cutloss disarankan di bawah Rp630 dengan target dekat di Rp670-Rp700.

Saham BKSL direkomendasikan buy on weakness dengan area beli di Rp175-Rp177. Cutloss berada di bawah Rp170 dengan target dekat di Rp184-Rp192.

Untuk HRTA, direkomendasikan spec buy dengan area beli di Rp2.380-Rp2.410. Cutloss berada di bawah Rp2.320 dengan target dekat di Rp2.500-Rp2.560.

Saham LPCK direkomendasikan spec buy dengan area beli di Rp875. Cutloss berada di bawah Rp855 dengan target dekat di Rp895-Rp920.

Untuk LPKR, direkomendasikan spec buy dengan area beli di Rp108-Rp110. Cutloss berada di bawah Rp106 dengan target dekat di Rp112-Rp120.

Sementara itu, saham ASLI direkomendasikan buy on weakness dengan area beli di Rp515-Rp535. Cutloss berada di bawah Rp510 dengan target dekat di Rp550-Rp570.

Rekomendasi ini mencerminkan peluang trading jangka pendek di tengah volatilitas pasar. Investor diharapkan dapat memanfaatkan momentum pergerakan harga dengan tetap memperhatikan batas risiko.

Kondisi IHSG yang tertekan di awal perdagangan membuat strategi selektif menjadi sangat penting. Saham-saham dengan potensi teknikal yang baik dapat menjadi pilihan untuk memanfaatkan rebound jangka pendek.

Namun, pelaku pasar juga diingatkan bahwa volatilitas tinggi dapat memicu pergerakan harga yang cepat dan tidak terduga. Oleh karena itu, penggunaan cutloss menjadi bagian penting dalam strategi perdagangan.

Dengan berbagai sentimen global dan domestik yang masih berkembang, IHSG diperkirakan tetap bergerak dinamis sepanjang sesi perdagangan. Investor disarankan untuk terus memantau perkembangan pasar dan menyesuaikan strategi secara fleksibel.

Tekanan besar di awal perdagangan hari ini menjadi pengingat bahwa pasar saham masih berada dalam fase sensitif terhadap perubahan sentimen. Namun, peluang pemulihan tetap terbuka apabila indeks mampu bertahan di area support penting.

Pergerakan IHSG selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh respons investor terhadap data ekonomi global dan domestik. Selain itu, keputusan The Fed dan dinamika geopolitik juga berpotensi menjadi katalis utama dalam waktu dekat.

Dengan memahami kondisi tersebut, pelaku pasar diharapkan dapat mengambil keputusan investasi yang lebih terukur. IHSG yang bergerak fluktuatif mencerminkan tantangan sekaligus peluang bagi investor yang siap mengelola risiko.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index