SEBARIS.CO.ID — Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan menyambut langsung kedatangan Presiden China Xi Jinping di Pangkalan Militer Joint Base Andrews, Washington DC, pada Kamis (24/9). Penyambutan kepala negara asing di bandara militer jarang dilakukan Presiden AS. Kunjungan itu diperkirakan membahas perdagangan, pasokan logam tanah jarang, dan kecerdasan buatan.
Gedung Putih mengonfirmasi Trump akan memulai penyambutan begitu pesawat yang membawa Xi Jinping mendarat. Rangkaian acara mencakup upacara penyambutan di dalam Gedung Putih, inspeksi pasukan militer di Rose Garden, serta jamuan makan malam kenegaraan pada malam harinya.
Sejumlah CEO perusahaan teknologi masuk daftar undangan jamuan makan malam tersebut. Di antaranya Jeff Bezos dari Amazon, Sundar Pichai dari Alphabet, Sam Altman dari OpenAI, Tim Cook dari Apple, Elon Musk dari Tesla, Jensen Huang dari Nvidia, dan Michael Dell dari Dell Technologies.
Topik Perdagangan hingga Logam Tanah Jarang
Para pejabat senior AS menyebut perdagangan, pasokan logam tanah jarang bagi ekonomi global, dan kecerdasan buatan akan menjadi topik utama pembahasan. Kedua pemimpin dijadwalkan bertemu di Gedung Putih pada Jumat (24/9).
Pertemuan itu diharapkan meredakan ketegangan terkait perdagangan, teknologi, dan isu strategis yang lebih luas. Ibu Negara Melania Trump dan Peng Liyuan juga akan menghadiri agenda terpisah.
He Lifeng Pimpin Delegasi Dagang China
Rombongan Xi ke AS menyertakan Wakil Perdana Menteri He Lifeng, yang merupakan negosiator utama perdagangan China. He akan memimpin delegasi Tiongkok ke Amerika Serikat dari tanggal 19 hingga 23 September untuk konsultasi mengenai isu ekonomi dan perdagangan yang menjadi perhatian bersama, lapor kantor berita resmi Xinhua mengutip keterangan kementerian perdagangan.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan akan bertemu dengan He pada akhir pekan. Bessent mengisyaratkan diskusi tersebut juga dapat menyinggung masalah Iran, yang hubungan ekonomi eratnya dengan Tiongkok telah lama menjadi sumber ketegangan antara Washington dan Beijing.
Antusiasme Tamu Undangan
Trump mengakui banyak pihak ingin hadir dalam jamuan makan malam kenegaraan tersebut. "Ribuan orang pasti ingin sekali hadir dalam jamuan makan malam itu," kata Trump dilansir CNA, Sabtu (19/9/2026).
"Saya sudah mengatakan kepada banyak teman dekat saya, 'kalian tidak bisa datang'," tambah Trump.
Penyambutan langsung di bandara militer menjadi langkah diplomasi yang tidak lazim bagi Presiden AS. Pertemuan dua ekonomi terbesar dunia ini menjadi perhatian karena implikasinya bagi stabilitas perdagangan global dan rantai pasok teknologi.