SEBARIS.CO.ID — Milisi Houthi kembali melancarkan serangan rudal balistik ke Pelabuhan Industri King Fahd di Arab Saudi. Serangan yang berlangsung dini hari itu menyebabkan gangguan signifikan pada operasional pelabuhan, meski belum ada laporan korban jiwa. Eskalasi ini memperpanjang konflik Yaman-Saudi yang telah berlangsung bertahun-tahun.
Serangan terbaru Houthi menyasar Pelabuhan Industri King Fahd, salah satu fasilitas pelabuhan penting di Arab Saudi. Rekaman yang beredar menunjukkan gangguan besar di area pelabuhan pasca-serangan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari otoritas Saudi soal kerusakan atau korban akibat serangan itu. Media semi-pemerintah Iran melaporkan serangan tersebut sebagai operasi rudal balistik berskala besar.
Klaim Serangan Udara Saudi di Taiz dan Hajjah
Juru bicara pasukan Houthi, Yahya Saree, mengeklaim jet tempur F-15 Saudi melancarkan 37 serangan udara di Provinsi Taiz dan Hajjah dalam 24 jam terakhir. Menurut Saree, pesawat-pesawat itu lepas landas dari pangkalan Khamis Mushait.
Saree menyebut serangan tersebut menimbulkan korban tewas dan luka-luka. Namun, ia tidak memberikan rincian lebih lanjut soal jumlah korban maupun lokasi spesifik serangan.
Pemimpin Houthi: Kami Tidak Pernah Memulai Perang
Pemimpin Houthi, Sayyed Abdul Malik, menuding Arab Saudi terus melakukan agresi dan pengepungan terhadap Yaman di bawah pengawasan Amerika Serikat dan hasutan Israel. Ia menegaskan pihaknya akan menghadapi kampanye militer yang berkepanjangan.
"Kemenangan yang diraih datang dengan pertolongan Tuhan dan dalam kerangka perjuangan rakyat kita yang adil," kata Abdul Malik, dikutip Tasnim.
Abdul Malik juga menyatakan Houthi tidak pernah memulai perang dan tetap berada dalam posisi bertahan. Menurutnya, eskalasi terbaru dimulai ketika Riyadh meluncurkan serangan ke Bandara Sanaa.
Rangkaian Serangan Sebelumnya
Konflik antara Saudi dan Houthi kembali memanas dalam beberapa pekan terakhir. Sebelum menyerang Pelabuhan King Fahd, milisi Houthi dilaporkan menggempur pipa minyak Riyadh dan sejumlah pangkalan udara Saudi.
Serangan terhadap infrastruktur energi dan militer Saudi menjadi pola yang berulang dalam konflik ini. Houthi secara konsisten menyatakan operasi mereka sebagai balasan atas agresi koalisi pimpinan Saudi di Yaman.
Dampak pada Stabilitas Kawasan
Pelabuhan King Fahd termasuk fasilitas industri strategis yang menopang aktivitas ekspor-impor Arab Saudi di kawasan timur. Gangguan pada pelabuhan ini berpotensi memengaruhi arus logistik, meski skala dampaknya belum bisa dipastikan.
Konflik Yaman sendiri telah menjadi salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Jutaan warga Yaman bergantung pada bantuan kemanusiaan yang sebagian besar masuk melalui jalur laut dan pelabuhan.
Belum ada indikasi kedua pihak akan menempuh jalur diplomasi dalam waktu dekat. Eskalasi militer justru menunjukkan intensitas konflik yang cenderung meningkat.