SEBARIS.CO.ID — Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan pembangunan 40.000 titik budi daya tematik berbasis Mini Recirculating Aquaculture System (Mini RAS) di seluruh desa hingga 2029. Pada 2026, program ini mulai dijalankan di 4.000 titik di Pulau Jawa dan Lampung, terbagi dua tahap masing-masing 2.000 titik. Verifikasi awal terhadap 5.051 desa di enam provinsi mencatat 1.454 desa sudah dinyatakan siap dibangun.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau mockup Program Budi Daya Tematik berbasis Mini RAS di Depok, Jawa Barat. Peninjauan itu untuk memastikan pemodelan budidaya perikanan modern bernilai ekonomi tinggi sekaligus ramah lingkungan.
Trenggono menyebut Mini RAS bukan sekadar inovasi teknologi budidaya. Menurutnya, program ini adalah strategi membangun rantai pasok industri perikanan sampai tingkat desa.
Terobosan Rantai Pasok dari Desa
"Membangun Mini RAS adalah sebuah terobosan. Kita akan bangun di setiap desa, ada 40.000 titik kurang lebih se-Indonesia sampai tahun 2029, dan secara ekosistem dia akan membentuk mata rantai industri. Mulai dari benih, pakan, pengolahan, dan seterusnya," ujar Trenggono dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Pendekatan di sektor perikanan darat itu, kata Trenggono, menjadi langkah baru yang diusung dalam agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
"Jadi mestinya ini adalah sebuah peluang, gitu ya. Maka pemerintah dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan membangun modelling yang seperti ini, tapi sekaligus juga menyambut untuk supaya industri pendukungnya ini berjalan," tambahnya.
Mockup Jadi Uji Desain dan Keekonomian
Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP Tb Haeru Rahayu menyatakan pembangunan mockup Mini RAS menjadi tahapan penting. Tujuannya memastikan desain, aspek teknis, dan keekonomian program matang sebelum diterapkan dalam skala besar.
"Mock-up ini menjadi langkah awal untuk memastikan program 40 ribu titik se-Indonesia hingga 2029 dapat berjalan sesuai yang direncanakan. Dari sini desain dan perhitungan keekonomiannya terus disempurnakan sebelum diterapkan secara lebih luas," ujar Tebe, sapaan akrabnya.
Pada 2026, KKP menargetkan pelaksanaan program di 4.000 titik di Pulau Jawa dan Lampung. Pembangunan dilakukan dalam dua tahap, masing-masing 2.000 titik.
1.454 Desa Dinyatakan Siap Dibangun
Hasil verifikasi awal KKP terhadap 5.051 desa di enam provinsi menemukan 1.454 desa teridentifikasi siap dibangun. Enam provinsi itu adalah Banten, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Lokasi lainnya masih melalui proses penyesuaian teknis dan evaluasi. KKP memastikan setiap calon lokasi memenuhi persyaratan program sebelum pembangunan dimulai.
Program Mini RAS menyasar penguatan ketahanan pangan nasional lewat produksi perikanan budi daya bernilai ekonomi tinggi. Ekosistem yang dibentuk mencakup penyediaan benih, pakan, hingga pengolahan hasil.