USABC Dorong Indonesia Terima Standar Internasional untuk Percepat Regulasi Teknologi

Rabu, 16 September 2026 | 19:57:00 WIB

SEBARIS.CO.IDUS-ASEAN Business Council (USABC) meminta pemerintah Indonesia menerima pemenuhan standar internasional sebagai bagian dari persyaratan produk, guna memangkas waktu dan biaya regulasi teknologi baru. Executive Vice President of Research and Chief Policy Officer USABC Marc Mealy menyampaikan usulan itu di Jakarta, Rabu, bersamaan dengan peluncuran laporan Bisnis AS untuk Indonesia (BISA) 2026.

Dalam laporan BISA 2026, USABC mencatat realisasi investasi perusahaan Amerika Serikat di Indonesia sepanjang 2020 hingga semester I 2025 mencapai 14,85 miliar dolar AS. Komitmen investasi perusahaan AS pada periode 2020 hingga Januari 2026 tercatat sekitar 22,84 miliar dolar AS.

Laporan itu juga mengidentifikasi 91 inisiatif inovasi yang dilakukan 43 perusahaan AS di Indonesia sepanjang Januari 2020 hingga Januari 2026, dengan nilai moneter sekitar 24,8 miliar dolar AS. Nilai tersebut mencakup investasi, pendanaan program, hibah, dan nilai produksi.

Regulasi Berulang Dinilai Hambat Inovasi

Mealy menilai sejumlah sektor masih menghadapi proses masuknya teknologi atau produk baru yang lebih menantang dibandingkan negara lain di ASEAN. Ia membandingkannya dengan negara-negara ASEAN yang dinilai relatif lebih mudah karena produk yang telah memenuhi standar internasional dapat langsung diterima tanpa melewati seluruh proses regulasi dari awal.

Menurut dia, perusahaan yang produknya telah memenuhi persyaratan regulasi di Amerika Serikat atau negara ASEAN lainnya dapat dipertimbangkan memperoleh pengakuan di Indonesia. Pendekatan itu disebut dapat mengurangi pengulangan proses pemenuhan standar yang membutuhkan waktu dan sumber daya tambahan.

"Anda memenuhi standar internasional, tetapi kemudian harus melalui seluruh proses lagi untuk memenuhi standar Indonesia. Itu jelas membutuhkan lebih banyak waktu dan terkadang lebih banyak sumber daya," ujar Mealy.

Standar Internasional sebagai Pintu Masuk

Mealy menyatakan salah satu pendekatan yang dapat dipertimbangkan pemerintah adalah menerima pemenuhan standar internasional sebagai bagian dari persyaratan produk di Indonesia.

"Jika produk tersebut memenuhi standar internasional, mengapa tidak menerimanya bahwa produk tersebut juga memenuhi standar Indonesia?" kata Mealy.

Ia menyebut USABC telah membahas isu tersebut dengan pemerintah Indonesia di sejumlah sektor. Pembahasan itu bagian dari upaya mendorong kemudahan masuknya inovasi dan teknologi ke Indonesia.

Proses regulasi yang lebih efisien dinilai dapat menjadi salah satu faktor pendukung pengembangan inovasi sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia. USABC belum merinci sektor mana saja yang dinilai paling terhambat oleh proses regulasi berulang tersebut.

Sebaran Sektor Inovasi Perusahaan AS

Inisiatif inovasi yang dipetakan USABC tersebar di berbagai sektor. Berdasarkan laporan BISA 2026, cakupannya meliputi:

  • Teknologi digital dan keamanan siber
  • Energi
  • Pertambangan dan migas
  • Pertanian
  • Jasa keuangan dan fintech

Laporan BISA 2026 menjadi rujukan USABC dalam menyampaikan usulan kebijakan kepada pemerintah Indonesia. Belum ada keterangan resmi dari pemerintah mengenai tanggapan atas usulan penerimaan standar internasional tersebut.

Terkini