Proton Savvy, City Car Malaysia Bermesin Renault dan Sasis Lotus

Rabu, 16 September 2026 | 06:48:00 WIB

SEBARIS.CO.ID — Proton Savvy jadi salah satu city car Malaysia yang sempat dijual di Indonesia lewat PT Proton Edar Indonesia. Di balik kap mesinnya tersimpan mesin Renault D4F 1.2 liter, sementara urusan sasis ditangani insinyur Lotus di Hethel, Inggris.

Proton Savvy hadir sebagai city car lima pintu dengan desain garapan internal Proton. Kap mesinnya bergaya clamshell, sebuah detail yang jarang ditemui di kelas mobil kecil pada masanya. Kombinasi desain lokal dan dapur pacu Eropa inilah yang membuat Savvy berbeda dari kebanyakan kompetitornya.

Mesin Pinjaman dari Renault Clio

Di balik kap mesin clamshell tersebut, Proton menanam mesin berkode D4F berkapasitas 1.2 liter. Konfigurasinya empat silinder 16 katup dengan tenaga 75 dk dan torsi 105 Nm. Angka itu terbilang besar untuk ukuran city car di eranya.

Mesin D4F bukan barang baru. Renault sudah memakainya untuk mengisi ruang mesin Clio generasi kedua dan Twingo. Transmisi manual lima percepatannya pun dipinjam langsung dari Clio. Beberapa bulan setelah peluncuran, Proton menambah varian bertransmisi Automated Manual Transmission (AMT) Magneti Marelli Quickshift 5.

Kenapa Proton Pakai Mesin Renault?

Keputusan itu berakar pada sejarah Proton sebelum Savvy lahir. Sejak berdiri tahun 1983, pabrikan Malaysia ini bergantung pada Mitsubishi sebagai pemasok teknologi. Proton lalu beralih ke PSA, induk Peugeot dan Citroën, lewat kesepakatan transfer teknologi.

Hasil kerja sama itu adalah Proton Tiara yang meluncur tahun 1996, versi ulang Citroën AX bermesin 1.1 liter TU. Tiara berhenti diproduksi tahun 2000 dengan penjualan jauh dari harapan. Kerja sama dengan PSA ikut berakhir, meninggalkan Proton tanpa pijakan di segmen mobil kecil.

Pengembangan penerusnya berjalan dengan kode internal Tiara Replacement Model (TRM). Bodi dan platform digarap sendiri oleh Proton, sementara urusan mesin diserahkan ke pemasok luar yang sudah terbukti di pasar Eropa. Cara ini memangkas biaya dan waktu pengembangan mesin baru yang butuh riset mahal. Mesin D4F sendiri sudah dipakai berbagai model Renault dan Dacia sejak awal 2000-an.

Sasis Racikan Lotus dan Sentuhan Eropa di Kabin

Sentuhan Eropa Savvy tidak berhenti di mesin. Sasisnya mendapat penanganan insinyur Lotus di Hethel, Inggris, yang saat itu berada di bawah kendali Proton. Jejak Renault juga terbaca di kabin lewat posisi tuas transmisi mundur di kiri atas, lengkap dengan cincin pengunci. Pola itu lazim dipakai mobil Eropa sejak pertengahan 1990-an.

Kiprah Singkat di Indonesia

PT Proton Edar Indonesia (PEI) memasarkan Savvy dengan pilihan transmisi manual dan AMT. Mobil ini sempat menyabet gelar Best City Car di ajang Indonesian Car of the Year 2007. Di pasar, Savvy bersaing dengan Suzuki Karimun Estilo, Hyundai AtoZ, Daihatsu Sirion, dan KIA Picanto.

Eksistensi Savvy di Tanah Air tidak berlangsung lama. Produksinya dihentikan pada 2011, seiring penjualannya di Malaysia yang tergerus Perodua Myvi.

Terkini