JAKARTA - Persebaya Surabaya mesti melewati pertandingan pekan kedua Super League 2026-2027 menghadapi PSIM Yogyakarta dengan perjuangan ekstra. Laga antara Persebaya vs PSIM Yogyakarta yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (13/9/2026) malam, ditutup dengan keunggulan tipis 1-0.
Kala memenangi duel melawan PSIM Yogyakarta, Persebaya sejatinya mencoba mendominasi alur permainan sejak paruh pertama. Kendati demikian, kedisiplinan barisan pertahanan PSIM membuat tim tuan rumah kesulitan mencari celah.
Selepas turun minum, pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menerjunkan Toni Firmansyah serta Alex Martins untuk memperkaya daya gedor.
- Baca Juga Ramalan Zodiak Cancer, 20 September 2026
Saat kubu lawan harus berlaga dengan kehilangan satu pilar, Persebaya kian gencar mengalirkan bola menuju area pertahanan tim tamu. Namun, keunggulan kuantitas pemain tidak serta-merta menjadikan benteng PSIM gampang dibongkar.
“Ya, itu benar. Ketika sebuah tim bermain dengan 10 orang, mereka cenderung menutup ruang rapat-rapat, bertahan total, dan berlari lebih banyak karena memiliki motivasi ekstra," ujar pelatih berlisensi UEFA Pro itu.
“Memang sedikit lebih sulit, tapi kami tetap mampu menciptakan banyak situasi berbahaya, melepaskan umpan silang, dan melepaskan tembakan hingga akhirnya gol tercipta.
“Yang terpenting, para pemain tidak kehilangan fokus dan terus berjuang hingga akhir untuk mengamankan tiga poin di kandang,” imbuhnya.
Tavares Masih Melihat Ruang Perbaikan
Di samping itu merujuk catatan statistik, PSIM justru sedikit mengungguli penguasaan bola lewat angka 53 persen, berbanding 47 persen milik Persebaya.
Kedua kubu sama-sama membukukan tiga tembakan mengarah ke gawang, sekalipun Persebaya melepas total 17 percobaan dengan akurasi 30%. Sementara itu, PSIM mengemas 10 tembakan dengan tingkat akurasi mencapai 38%.
Bagi pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, deretan data itu mencerminkan jalannya laga yang berjalan sangat ketat. Ia memandang Persebaya sanggup mengemas lebih banyak skema serangan, kendati efektivitas penyelesaian akhir masih menjadi evaluasi yang mesti dibenahi.
“Saya pikir kami menciptakan lebih banyak peluang, lebih banyak umpan silang, lebih banyak peluang untuk menembak meskipun terkadang kami tidak menembak," kata Bernardo Tavares.
"Kami punya umpan silang yang bagus tapi tidak ada yang menyelesaikan di babak pertama, begitu juga di babak kedua. Kami memiliki lebih banyak sepak pojok. Saya pikir ini adalah pertandingan yang positif. Tentu saja, selalu ada hal-hal yang perlu kami tingkatkan."
"Tapi tiga poin adalah hal terpenting untuk pertandingan ini. Jangan lupa musim lalu Persebaya kalah di sini 0-1 melawan mereka, jadi ini hasil yang bagus,” sambungnya.
Jefferson Beri Kontribusi dari Sisi Lapangan
Dalam duel berhadapan dengan PSIM yang disaksikan 15.000 penonton tersebut, Persebaya terus berupaya menekan lewat bermacam variasi serangan. Umpan lambung menjadi salah satu taktik yang paling dominan dipakai untuk mengancam daerah berbahaya lawan.
Usai melancarkan deretan percobaan, peluang manis tersebut akhirnya berbuah gol pada menit ke-81. Alex Martins memaksimalkan umpan melalui tandukan jarak dekat yang gagal diantisipasi oleh Cahya Supriadi.
Di tengah kokohnya peragaan bertahan PSIM, Jefferson Silva turut memberikan dimensi baru dalam alur serangan Persebaya. Ia rajin menyokong skema serangan dari sektor sayap dan mencetak assist untuk gol penentu Alex Martins.
“Tim bekerja sangat keras selama seminggu penuh dengan sangat kuat. Tim kami layak menang dan memberikan selamat untuk kerja keras semua pemain minggu ini,” ujar pemain berpaspor Brasil itu.
Sumbangan assist tersebut sekaligus menjadi sinyal positif bagi proses adaptasinya bersama skuad berjuluk Bajul Ijo.
“Saya sangat senang bisa mencetak assist dan membantu tim meraih tiga poin, serta senang bisa beradaptasi dengan baik bersama rekan-rekan setim di laga ini,” imbuhnya.
Jefferson Silva berharap semangat juang yang diperagakan Persebaya sanggup dipertahankan pada laga berikutnya, utamanya saat kembali berlaga di depan pendukung sendiri.
“Bermain di kandang, selalu siap tampil agresif, dan menjaga intensitas sepanjang pertandingan di lapangan," kata Jefferson Silva.
“Saya percaya jika kami terus bekerja seperti ini, kami bisa berkembang jauh lebih baik. Tim kami layak mendapat ucapan selamat karena ini adalah kemenangan yang penting,” pungkasnya.
Capaian positif tersebut mengantarkan Persebaya menduduki posisi ke-7 klasemen Super League 2026-2027 lewat koleksi empat poin. Selanjutnya, tim akan kembali menggelar partai kandang dengan menjamu Garudayaksa FC, Sabtu (19/9/2026) sore.