JAKARTA - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa pendekatan hubungan industrial yang mengutamakan ruang dialog ketimbang aksi unjuk rasa merupakan langkah progresif sekaligus pondasi utama dalam menjaga iklim investasi agar tetap kondusif.
Pernyataan ini disampaikan Kepala Kepolisian Republik Indonesia saat menghadiri agenda Konsolidasi Akbar Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) yang menghimpun unsur buruh, pelaku usaha, serta pengelola kawasan industri di kompleks Masjid Baitul Mustofa Kawasan Industri MM 2100 Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (11/9/2026).
Menurut Kepala Kepolisian Republik Indonesia, momen untuk saling berdiskusi ini sangat krusial, khususnya dalam menyelesaikan kebuntuan terkait pembahasan revisi Undang-Undang Cipta Kerja (Ciptaker).
"Dialog yang dibangun antara pengusaha, kawasan, dan teman-teman serikat pekerja ini merupakan sebuah lompatan maju. Hal-hal pelik yang selama ini harus dilakukan dengan turun ke jalan kini bisa diawali dengan duduk bersama," ujarnya.
Baca juga: Kapolri nilai buruh Indonesia harus perkuat daya saing global
Kepala Kepolisian Republik Indonesia menegaskan pentingnya mempertahankan daya saing investasi nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global yang dipicu konflik Rusia-Ukraina, Amerika-Iran, perang dagang Amerika-China, hingga dinamika geopolitik lainnya.
Menurut Kepala Kepolisian Republik Indonesia, keserasian antara hak-hak pekerja dan kelangsungan operasional bisnis menjadi kunci utama supaya roda perekonomian terus berjalan. Pihak buruh dan pengusaha perlu menemukan titik temu demi kemajuan bersama.
Buruh mitra dan aset perusahaan
Kepala Kepolisian Republik Indonesia turut menyampaikan pesan kepada Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) agar memandang buruh bukan sebagai pihak luar, melainkan sebagai mitra, keluarga, serta aset yang sangat berharga bagi perusahaan.
Hal ini sejalan dengan filosofi kedamaian dari pepatah Jawa yang dikutip oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia, yaitu rukun agawe santoso, cerah agawe bubrah, yang bermakna kerukunan membawa kekuatan, sedangkan perselisihan memicu kehancuran.
Listyo menganggap bahwa kesolidan antara buruh dan pelaku usaha merupakan syarat mutlak demi menyukseskan program strategis Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada hilirisasi industri di bermacam sektor, seperti otomotif, bauksit, hingga baterai listrik.
Baca juga: Kapolri dorong terciptanya hubungan industrial baik dan konstruktif
"Kami memiliki sumber daya alam yang luar biasa dan jumlah penduduk yang besar. Jika lapangan kerja tercipta dan hubungan industrial berjalan harmonis, harapan kami mewujudkan Indonesia Emas 2045 dan masyarakat yang adil makmur betul-betul bisa tercapai," ucapnya.
Pada momen yang sama, Kepala Kepolisian Republik Indonesia juga mengunjungi SMK Mitra Industri yang didirikan atas inisiatif para pengusaha kawasan industri.
Kurikulum sekolah tersebut menuai pujian dari Kepala Kepolisian Republik Indonesia karena para siswanya dibekali keahlian tinggi serta penguasaan enam bahasa asing, sehingga mampu bersaing di pasar kerja global.
"Saya mengimbau seluruh kawasan industri di Indonesia untuk mereplikasi model kepedulian serupa demi mempersiapkan kualitas sumber daya manusia unggul yang siap menopang pertumbuhan industri modern di tanah air," kata dia.