BNPB Koordinasi dengan Kemlu Bahas Bantuan Karhutla Malaysia

Kamis, 10 September 2026 | 19:47:32 WIB
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) [FOTO: NET].

JAKARTA] - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berencana melakukan koordinasi bersama Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) guna membahas tindak lanjut mengenai tawaran Pemerintah Malaysia yang ingin membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Untuk tawaran bantuan Malaysia ini, tentu akan kami pelajari dan koordinasinya tentu dilakukan secara lintas kementerian/lembaga, termasuk dengan Kementerian Luar Negeri dan kementerian/lembaga teknis terkait," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan, Kamis (10/9/2026).

Jika kelak sudah ada kepastian, BNPB bakal menyampaikan rincian informasi kepada Pemerintah Malaysia mengenai kebutuhan apa saja yang diperlukan dalam proses penanggulangan karhutla.

Menurut pandangan Berton, wujud bantuan apa saja serta dari mana pun asalnya harus dikoordinasikan dan disepakati secara mendalam oleh kedua belah pihak negara agar proses penyalurannya dapat berdaya guna.

"Mekanisme, bentuk bantuan, kebutuhan operasional, termasuk penggunaan aset udara, perlu dikoordinasikan dan disepakati terlebih dahulu oleh kedua pemerintah agar bantuan yang diberikan benar-benar efektif dan aman di lapangan," jelasnya.

Hingga kini, lanjut Berton, BNPB sangat menghargai iktikad baik serta rasa kesetiakawanan Pemerintah Malaysia untuk mendampingi Indonesia menangani karhutla.

"Pada prinsipnya, setiap dukungan internasional tentu kami sambut positif, sepanjang sesuai dengan kebutuhan di lapangan dan mekanisme kerja sama antarpemerintah yang berlaku," ujar Berton.

Sebelumnya, Menteri Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan Malaysia, Datuk Seri Arthur Joseph Kurup, menegaskan kesiapan negaranya untuk menyokong penanganan karhutla sekaligus menekan potensi risiko kabut asap lintas batas. Pernyataan siap tersebut pun telah diutarakan Otoritas Malaysia kepada pihak pemerintah Indonesia.

Menurutnya, skema dan jangkauan bantuan bakal digodok lebih mendalam bersama otoritas Indonesia dengan mempertimbangkan peta kebutuhan serta kondisi riil di lapangan.

"Malaysia siap memberikan bantuan jika diperlukan oleh Indonesia untuk menangani kebakaran hutan dan lahan serta mengurangi risiko kabut asap lintas batas," kata Arthur dalam pernyataannya, Rabu (9/9/2026), dikutip dari Kantor berita Malaysia Bernama.

Dukungan yang ditawarkan Malaysia meliputi operasi water bombing menggunakan helikopter, bantuan pemadaman memakai pesawat amfibi, hingga agenda penyemaian awan (cloud seeding) demi memicu hujan buatan.

Kesiapan tersebut melibatkan jajaran instansi Malaysia, di antaranya Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Malaysia, Badan Penegakan Maritim Malaysia, Departemen Meteorologi Malaysia, serta Angkatan Udara Diraja Malaysia.

Tags

Terkini