Panduan Memberikan Makanan yang Tepat untuk Anak Usai Keracunan

Rabu, 09 September 2026 | 03:22:32 WIB
ilustrasi gangguan pencernaan [FOTO: NET].

JAKARTA - Insiden dugaan keracunan massal usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menjadi perhatian serius. Berdasarkan laporan sepekan terakhir, ratusan anak di Sidoarjo, Nganjuk, Rembang, hingga Tana Toraja mendadak tumbang akibat keluhan saluran cerna. Bahkan, lebih dari 500 penerima manfaat di pesantren Sidoarjo membutuhkan penanganan medis.

Ketika muntah dan diare mereda, orangtua kerap bingung menentukan asupan yang aman. Untuk itu, panduan pemulihan gizi dirangkum dari para pakar yang dihubungi pada Jumat (4/9/2026), Sabtu (5/9/2026), dan Senin (7/9/2026). 

Edukasi medis ini murni memberikan panduan umum asupan nutrisi pasca-sakit pencernaan, tanpa bermaksud mengevaluasi menu spesifik atau menanggapi penyelesaian kasus MBG yang sedang didalami otoritas terkait.

Panduan Memberikan Makanan Setelah Anak Keracunan

Tidak Harus Selalu Diberi Bubur 

Banyak orangtua beranggapan lambung yang terkuras harus diistirahatkan dengan makanan cair atau bubur. Namun secara medis, membatasi kelengkapan gizi justru memperlambat perbaikan sel tubuh yang rusak akibat infeksi kuman. Spesialis penyakit dalam, dr. Wirawan Hambali, SpPD, FINASIM, menepis mitos keharusan menahan asupan padat terlalu lama.

"Tidak ada keharusan makanan dibuat bubur hanya karena pencernaan sedang dalam masa pemulihan," tegas dr. Wirawan, Jumat.

Setelah fase krisis terlewati, anak sebaiknya diarahkan kembali pada kebiasaan santapan harian. Wakil Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Banten, dr. Arifin Kurniawan Kashmir, SpA., M.Kes., CHt., FISQua, menekankan pentingnya mengembalikan variasi nutrisi secara utuh.

"Kembalikan anak ke pola makan normal sesuai dengan usianya, setelah gejalanya membaik dalam 24 jam ini. Jangan dipantang-pantang," papar dr. Arifin, Senin.

Berikan Porsi Kecil tapi Sering 

Meski menu harian normal sudah diizinkan, kapasitas ruang lambung dan usus anak biasanya belum pulih penuh. Anak akan mudah merasa begah atau mual kembali jika dipaksa menghabiskan porsi biasa. Oleh sebab itu, takaran makanan sebaiknya dipecah ke dalam durasi yang lebih rapat.

"Diberikan anak makanan porsi kecil tapi sering, dan kalau bisa dalam kondisi hangat. Hindari makanan-makanan yang dihangatkan ulang," saran dr. Arifin.

Pilih Lauk yang Mudah Dicerna dan Berkuah 

Pemilihan lauk pauk berkuah sangat direkomendasikan untuk mengembalikan cairan tubuh akibat diare. Asupan cair dari masakan melengkapi fungsi oralit dalam menjaga hidrasi organ perut.

"Makanan yang mudah dicerna dan mengandung banyak air seperti nasi, kentang, sup ayam, telur rebus yang matang," ucap spesialis anak Siloam Hospitals TB Simatupang, dr. Rizqi Agung Wicaksana, Sp.A, Sabtu.

Bagi bayi yang masih menyusu, frekuensi pemberian ASI justru harus ditingkatkan demi mempercepat pergantian sel imun tubuh.

Pantangan Makanan Selama Masa Pemulihan 

Walau pengembalian pola makan normal disarankan, beberapa kelompok bahan pangan yang memicu iritasi usus harus dihindari sementara waktu.

"Hindari sementara makanan sangat berlemak, terlalu pedas, dan minuman sangat manis bila memperberat gejala," urai dr. Wirawan.

Asupan gula berlebih dan makanan olahan pabrik terbukti dapat mengacaukan kembali keseimbangan bakteri baik di lambung. dr. Arifin juga mewanti-wanti orangtua agar menjauhkan anak dari karbohidrat simpleks maupun minuman bersoda.

Selain itu, tekstur balutan tepung pada gorengan menuntut kinerja usus yang lebih ekstra untuk mengurainya. dr. Rizqi mengingatkan agar orangtua sebisa mungkin menghindari makanan yang mengandung tepung terigu, seperti fried chicken, selama fase penyembuhan.

Saudara-saudara kami di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kami mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

Tags

Terkini