Menhut Sebut Hotspot di Ketapang Turun, Minta Semua Jangan Lengah

Rabu, 09 September 2026 | 20:17:01 WIB
Menhut Raja Juli Antoni [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengutarakan bahwa jumlah titik panas atau hotspot di Kabupaten Ketapang Kalimantan Tengah telah melandai, meski begitu seluruh pihak diimbau tidak lengah terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih membayang-bayangi.

“Tetapi jangan sampai penurunan angka hotspot ini membuat kami justru menganggap kerjaan sudah selesai. Membuat kami menjadi berleha-leha,” kata Raja dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026) malam.

Menurut pandangan Raja, berapa pun kuantitas titik panas mesti secepatnya dipadamkan supaya tidak membesar kembali menjadi titik api (firespot).

Raja menerangkan berdasarkan rekapitulasi data Kementerian Kehutanan per Senin (7/9/2026) malam, jumlah hotspot di Ketapang menyisakan 13 titik. 

Penyusutan tersebut, menurut penjelasannya, merupakan buah dari kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, KPH, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, beserta elemen warga.

“Sekali lagi dari data yang ada per malam tadi, hotspot di Ketapang, berkat kerjasama semua pihak, Pak Bupati, TNI, Polri, KPH, Manggala Agni Kementerian Kehutanan, Masyarakat Peduli Api, dan seterusnya, angkanya terus turun, tinggal 13 hotspot,” ujar Menhut.

Oleh sebab itu, ia mendorong supaya sisa titik panas tersebut sanggup secepatnya dipadamkan secara tuntas.

“Justru momentum mumpung 13, semua harus mengejar ya titik-titik apinya dan diselesaikan dipadam, dipadamkan," ucapnya.

Dalam agenda peninjauannya di Desa Tanjung Pura, Kecamatan Muara Pawan, Ketapang kemarin, ia turut memaparkan bahwa pemadaman api di kawasan lahan gambut menyajikan tantangan tersendiri.

Hal itu disebabkan kobaran api acap kali tak lagi nampak di permukaan, padahal potensi titik api di lapisan bawah tanah masih ada dan sanggup menyala kembali kala dihembus angin.

“Tadi temen-temen liat sendiri kan, di gambut itu memadamkan api beda dengan di mineral. Bisa jadi di atas sudah tidak terlihat sama sekali ada api, tapi kadang-kadang masih berasap,” katanya.

Tags

Terkini