Rupiah Menguat ke Rp17.632 per Dolar AS, Isu Geopolitik Jadi Sorotan

Selasa, 08 September 2026 | 23:56:02 WIB
Pegawai menunjukan mata uang Dolar Amerika Serikat dan Rupiah [FOTO: NET].

JAKARTA]\ — Nilai tukar mata uang rupiah atas dolar AS mengakhiri sesi perdagangan hari ini, Selasa (8/9/2026), di zona hijau pada level Rp17.632 per dolar AS. Penguatan rupiah ini terjadi seiring dengan pergerakan sejumlah mata uang di kawasan Asia.

Rupiah menguat 8 poin atau naik 0,05 persen hingga bertengger di posisi Rp17.632 per dolar AS. Di sisi lain, pergerakan nilai tukar mata uang Asia lainnya terpantau bervariasi di hadapan dolar AS.

Mata uang yen Jepang menguat 0,22 persen, dolar Hong Kong terkikis 0,02 persen, dolar Singapura turun 0,02 persen, dolar Taiwan terangkat 0,10 persen, dan won Korea menguat 0,06 persen.

 Selanjutnya, yuan China terkoreksi 0,02 persen, ringgit Malaysia melemah 0,29 persen, serta baht Thailand merosot 0,26 persen terhadap dolar AS.

Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi memaparkan bahwa perhatian pelaku pasar saat ini masih berpusat pada dinamika konflik geopolitik di Timur Tengah.

Di samping itu, perhatian pasar berikutnya tertuju pada rilis data Indeks Harga Produsen (PPI) AS pada Kamis mendatang, yang disusul oleh penerbitan data Indeks Harga Konsumen (CPI) pada hari Jumat.

“Angka inflasi yang lebih tinggi akan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed,” kata Ibrahim, Selasa (8/9/2026).

Ibrahim menambahkan, pasar saat ini terus memperhitungkan peluang sekitar 60 persen terkait potensi kenaikan suku bunga The Fed pekan depan, seiring pengaruh laporan nonfarm payrolls AS yang mencatatkan hasil kuat pada pekan lalu.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia melaporkan posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia berada pada angka US$146,5 miliar di akhir Agustus 2026, meningkat dari posisi akhir Juli 2026 yang sebesar US$145,3 miliar.

Pihak BI menjelaskan bahwa penambahan cadangan devisa tersebut utamanya dipengaruhi oleh setoran pajak dan jasa, penarikan pinjaman luar negeri pemerintah, serta langkah stabilisasi nilai tukar rupiah yang ditempuh BI untuk merespons tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.

Untuk jalannya perdagangan besok, Ibrahim memproyeksikan rupiah bergerak melemah pada kisaran Rp17.630-Rp17.670 per dolar AS.

Tags

Terkini