Puan Dorong BNPB Jadi Komando Penanganan Bencana di Indonesia

Selasa, 08 September 2026 | 20:33:31 WIB
Ketua DPR Puan Maharani [FOTO: NET].

JAKARTA - Ketua DPR Puan Maharani mendorong Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar bertindak sebagai leading sector atau pemegang komando utama penanganan dan penanggulangan bencana di tanah air. 

Menurut pandangannya, posisi Indonesia yang terletak di wilayah ring of fire membutuhkan pola penanganan bencana yang terpadu dan terintegrasi lintas sektor di bawah kendali satu lembaga.

"Yang menjadi lead adalah BNPB. Jadi dengan situasi seperti ini, saya mengharapkan bisa dilakukan lagi hal seperti itu. Ada salah satu leading sector yang melakukan hal tersebut untuk segera mengantisipasi hal ini, sehingga bisa segera selesai," ujar Puan dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Puan menyampaikan bahwa penanggulangan bencana di Indonesia wajib dilaksanakan secara terpadu demi mempercepat pengendalian dampaknya.

"Karena ini memang alam, kita tidak bisa melakukan antisipasi dan mitigasi itu di mana, kapan terjadinya, dan kapan selesainya. Jadi memang kemudian kalau terjadi hal yang sekarang terjadi, ya memang kemudian kita harus melakukannya itu secara terpadu," ujar Puan.

Di samping itu, Puan memberikan dukungan terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto yang berencana menaikkan alokasi anggaran mitigasi bencana.

"Alokasi anggaran selama itu memang bermanfaat, bagi kami tidak apa-apa. Namun, harus manfaatnya harus lebih baik daripada sebelumnya," ujar Puan.

Puan menegaskan kembali bahwa kondisi geografis Indonesia berada di kawasan rawan bencana, sehingga ia meminta seluruh jajaran pemerintah untuk bersinergi dalam melakukan upaya mitigasi.

"Kami mengharapkan pemerintah atau kementerian/lembaga bisa melakukan mitigasi ke depannya itu dilakukannya itu secara bersama-sama," ujar Puan.

Tugas BNPB 

Sebagaimana diketahui, pembentukan BNPB merupakan bagian tak terpisahkan dari riwayat pengelolaan bencana di Indonesia. 

Menyadur dari laman resminya, pendirian lembaga ini didasari oleh status Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang menyimpan 129 gunung api aktif atau ring of fire.

Di samping itu, Indonesia juga berada tepat di titik perjumpaan tiga lempeng tektonik aktif dunia, yaitu Lempeng Indo-Australia, Eurasia, serta Pasifik.

"Cincin Api Pasifik dan berada di pertemuan tiga lempeng tektonik menempatkan negara kepulauan ini berpotensi terhadap ancaman bencana alam, posisi Indonesia yang berada di wilayah tropis serta kondisi hidrologis memicu terjadinya bencana alam lainnya," bunyi dari laman resmi BNPB.

"Menghadapi ancaman bencana tersebut, Pemerintah Indonesia berperan penting dalam membangun sistem penanggulangan bencana di tanah air. Pembentukan lembaga merupakan salah satu bagian dari sistem yang telah berproses dari waktu ke waktu," bunyi dalam laman resmi BNPB.

Saudara-saudara kami di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kami mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

Tags

Terkini