Ahmad Muzani: Pendidikan Investasi Peradaban, Bukan Sekadar Proyek

Sabtu, 05 September 2026 | 18:41:01 WIB
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani [FOTO: NET].

JAKARTA - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani menegaskan bahwa sektor pendidikan tidak boleh dinilai sebatas proyek semata dalam keberlangsungan hidup berbangsa.

Pada forum Agenda Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026, Muzani menyampaikan bahwa pendidikan ialah bentuk investasi peradaban yang menentukan kelangsungan cita-cita kemerdekaan serta masa depan bangsa.

"Pendidikan adalah investasi peradaban. Pendidikan adalah jalan untuk memastikan bahwa kemerdekaan yang diwariskan para pendiri bangsa dapat diteruskan kepada generasi berikutnya," ujar Muzani saat memberikan sambutan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Sabtu (5/9/2026).

Muzani menguraikan bahwa salah satu tujuan esensial berdirinya negara ialah memajukan sekaligus mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana terpatri dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. 

Oleh sebab itu, substansi mencerdaskan kehidupan bangsa wajib dimaknai secara lebih komprehensif dan tidak cuma berfokus pada eksekusi program pendidikan semata.

"Salah satu tujuan kita bernegara adalah memajukan, mencerdaskan kehidupan bangsa. Kata mencerdaskan seperti yang kami pahami bersama dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, itu bukan sekadar proyek terhadap pendidikan dalam kehidupan kami berbangsa," kata Muzani.

Lebih lanjut, Muzani menerangkan bahwa komitmen mencerdaskan kehidupan bangsa pun dapat direalisasikan via pengembangan pendidikan secara holistik. 

Muzani berpandangan bahwa pendidikan tak hanya berorientasi pada penguasaan disiplin ilmu pengetahuan, melainkan turut membentuk karakter serta rasa tanggung jawab.

Instansi pendidikan, termasuk pondok pesantren, dinilai Muzani memegang peranan yang sangat strategis dalam proses tersebut.

"Pendidikan pesantren telah mewariskan kepada kami bagaimana peradaban dibentuk dari awal," ucapnya.

Muzani menambahkan, tantangan yang perlu dihadapi masa kini adalah pesatnya perkembangan teknologi yang kerap menjadi jalan pintas yang mengikis proses belajar.

"Kemajuan teknologi bisa menjadi kekuatan kami. Pada sisi lain, kemajuan teknologi misalnya AI, menjadi tantangan dan itu sering menjadi jalan pintas bagi proses pendidikan. Kami harus manfaatkan bagian kemajuan itu agar dapat memperkuat proses pendidikan kami," tandasnya.

Tags

Terkini