TNI dan Marinir Lintas Negara Latihan Menembak Malam di SGS 2026

Sabtu, 05 September 2026 | 16:38:02 WIB
ajang Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) 2026 di Batalyon Infanteri 9 Marinir [FOTO: NET].

JAKARTA - Prajurit TNI AL bersama korps marinir lintas negara menggembleng keahlian menembak di waktu malam hari pada ajang Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) 2026 di Batalyon Infanteri 9 Marinir, Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Kamis (4/9/2026).

Berdasarkan siaran resmi Pusat Penerangan Mabes TNI di Jakarta, Sabtu, disampaikan bahwa korps marinir lintas negara tersebut meliputi Marinir TNI AL, United States Marine Corps (USMC) asal AS, Amphibious Rapid Deployment Brigade (ARDB) asal Jepang, serta Republic of Korea Marine Corps (ROK MC) asal Korea Selatan.

Melalui siaran pers itu dipaparkan bahwa latihan tersebut diselenggarakan supaya para prajurit mempunyai kapabilitas infiltrasi yang tangguh hingga sanggup melancarkan gempuran pada malam hari.

"Para prajurit diuji kemampuannya dalam memanfaatkan perangkat Night Vision Goggles (NVG), disiplin penggunaan lampu, serta akurasi bidikan terhadap sasaran dalam gelap," seperti dikutip siaran pers tersebut.

Tak cuma menguji ketepatan menembak memakai NVG, para prajurit pun diwajibkan menguasai medan serta navigasi sewaktu malam guna menjamin pergerakan pasukan senantiasa taktis.

Siaran pers itu menambahkan, seluruh tahapan latihan dapat diselesaikan secara lancar tanpa mengalami kendala maupun insiden.

Melalui pelaksanaan latihan tersebut, diharapkan kecakapan menembak para personel kian meningkat sekaligus mempererat hubungan harmonis antarkorps marinir dari tiap-tiap negara.

Sebagai informasi, gelaran SGS 2026 menghimpun sebanyak 4.743 personel dari 21 negara. 

Mereka hadir ke Indonesia dalam rangka menguji kesiapsiagaan operasional, diplomasi pertahanan, hingga kecakapan merespons aneka tantangan keamanan.

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menuturkan bahwa SGS adalah agenda latihan tahunan yang diselenggarakan di bermacam titik wilayah Indonesia sejak 31 Agustus hingga 11 September 2026.

“Super Garuda Shield ini dilaksanakan setiap tahun di Indonesia. Yang hadir ada 21 negara tahun ini. Kemudian jumlah total personel yang berlatih sebanyak 4.743 orang dengan 12 materi yang dilaksanakan,” kata Agus di Bandung, Jawa Barat, Senin (31/8).

Daftar 21 negara yang berpartisipasi meliputi Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Belanda, Brasil, Brunei Darussalam, India, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kamboja, Kanada, Korea Selatan, Laos, Selandia Baru, Prancis, Singapura, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam.

Agus menambahkan bahwa materi latihan dilangsungkan di Bandung, Jakarta, Lampung, Pusat Latihan Tempur TNI AD Baturaja (Sumatera Selatan), serta Nunukan (Kalimantan Utara). Penutupan rangkaian latihan dijadwalkan bertempat di Jakarta pada 11 September 2026.

Tags

Terkini