Kemenpar Siapkan Rekonstruksi Desa Sade Lombok Pascakebakaran

Jumat, 04 September 2026 | 00:39:32 WIB
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana [FOTO: NET].

JAKARTA — Kementerian Pariwisata mulai merancang skema pemulihan dan rekonstruksi Desa Sade di Nusa Tenggara Barat pascainsiden kebakaran pada Sabtu (22/8/2026).

"Kami dari Kementerian Pariwisata bersama Poltekpar juga membantu, kami akan rapatkan dengan Pemda tentang bagaimana memulihkan kembali dan membangun kembali dan tentu sama-sama melibatkan masyarakat," kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Widiyanti menerangkan bahwa proses pemulihan tersebut difokuskan pada penyusunan masterplan rekonstruksi secara menyeluruh, yang tidak sekadar berfokus pada fisik bangunan, melainkan juga memperkokoh ketahanan sosial, budaya, dan ekonomi warga setempat.

Guna menyamakan persepsi dan langkah, Widiyanti melangsungkan rapat koordinasi bersama Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal, Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri, Jajaran Forkopimda, Politeknik Pariwisata Lombok, serta para pemangku kepentingan di ekosistem pariwisata. Rapat itu menghasilkan empat poin utama untuk rencana jangka panjang pemulihan Desa Adat Sade.

Tahap awal dimulai dari pembentukan tim kerja lintas sektor yang menghimpun kementerian/lembaga pusat, pemda, mitra, hingga masyarakat adat. Tim ini mengemban tugas mendata secara detail warga dan pekerja yang terdampak agar distribusi bantuan berjalan terarah dan tepat sasaran.

Selanjutnya, pemerintah berencana membuka saluran donasi satu pintu guna mempermudah pengumpulan dana pemulihan desa. Upaya ini dibarengi dengan langkah memenuhi ketersediaan pasokan bahan bangunan tradisional, yang menjadi kendala utama warga adat dalam membangun kembali tempat tinggal mereka.

Tahap ketiga berfokus pada penyusunan masterplan rekonstruksi secara bersama-sama dengan pemangku kepentingan dan masyarakat adat, sehingga karakter serta identitas asli Desa Sade tetap terjaga.

Masterplan tersebut dibekali dengan Sistem Proteksi Kebakaran Terintegrasi, seperti penyediaan titik-titik APAR komunal yang dirancang selaras dengan estetika desa, pembuatan embung air darurat, serta penataan infrastruktur dasar seperti fasilitas sanitasi dan pengelolaan sampah.

Ia menekankan bahwa rumah adat di Sade menyimpan nilai sejarah yang tinggi sekaligus menjadi tumpuan ekonomi warga, sehingga pemerintah pusat dan daerah berkomitmen melanjutkan pembangunan hunian layak bagi masyarakat adat Sade.

Widiyanti turut menegaskan agar proses pemulihan dijalankan secara komprehensif dengan menempatkan warga lokal sebagai pelaku utama.

Selanjutnya, ia mengharapkan seluruh rangkaian masterplan pemulihan ini mampu menjadi proyek percontohan (pilot project) bagi kawasan desa adat lainnya dalam memperkuat mitigasi risiko serta keselamatan tanpa mengikis nilai-nilai tradisi.

Dalam forum tersebut, ia juga menyampaikan rasa empati yang mendalam kepada seluruh masyarakat yang terdampak musibah.

Tags

Terkini