Menko Polkam Sebut Medsos Medan Tempur, Minta Tak Dikuasai Pihak Lain

Selasa, 01 September 2026 | 18:52:02 WIB
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago mengibaratkan media sosial serta ruang digital sebagai area pertempuran yang wajib dikuasai.

Djamari memaparkan, ruang digital perlu dikuasai oleh bangsa Indonesia supaya tidak dimanfaatkan pihak lain demi kepentingan tertentu.

"Medan digital sekarang sangat strategis. Saya ibaratkan sebagai Padang Kurusetra atau medan tempur yang sangat besar," ujar Djamari dalam acara Forum Koordinasi Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) di Graha Marinir Panti Perwira, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026).

"Ruang digital saya katakan juga sebagai medan kritik, medan yang siapa pun bisa menguasainya maka akan memenangkan pertempuran. Apabila tidak kita kuasai, maka akan dikuasai orang lain dengan tujuan tertentu,” imbuh dia.

Djamari menerangkan, media sosial memiliki imbas besar terhadap cara berpikir publik sehingga konten bermuatan negatif di ruang digital tak boleh dibiarkan tanpa tindakan.

Purnawirawan jenderal TNI ini secara khusus memberi perhatian pada maraknya konten berupa disinformasi, fitnah, dan kebencian (DFK), narasi negatif, ungkapan kasar, hingga materi tak senonoh yang saat ini amat gampang dijumpai di media sosial.

"Jangan sampai kita lengah sehingga karakter bangsa ini berubah menjadi lemah, mudah menyerah, dan pesimis. Kita tidak bisa menyerahkan negeri ini kepada orang-orang yang pesimis," kata Djamari.

Oleh sebab itu, ia memacu kementerian/lembaga, pemerintah daerah, TNI, Polri, serta masyarakat untuk memperkokoh koordinasi dalam menyajikan informasi yang sahih dan menumbuhkan optimisme publik.

Djamari turut mengingatkan bahwa area digital yang telah telanjur dikuasai pihak lain bakal memerlukan sumber daya jauh lebih besar untuk diambil alih kembali.

“Kalau sudah dikuasai orang lain, perlu upaya keras untuk merebutnya kembali. Perlu sumber daya, perlu alat, dan perlu anggaran. Padahal, kekuatan yang kita miliki sangat besar, maka harus bisa dikoordinasikan dengan baik,” tutur dia.

Saudara-saudara kami di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kami mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

Tags

Terkini