Menkes Perketat Skrining Nakes Relawan Bencana Cegah Jatuh Korban

Jumat, 28 Agustus 2026 | 20:00:01 WIB
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperketat tahapan seleksi dan pemetaan data tenaga kesehatan (nakes) yang diterjunkan ke lokasi bencana guna mencegah jatuhnya korban jiwa di kalangan relawan sewaktu mengemban tugas.

"Kami juga mulai saring, bapak Ibu. Karena kemarin bapak ibu nggak tahu pernah dengar nggak, ada satu tenaga sukarelawan yang meninggal karena serangan jantung," kata Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX yang dipantau dari kanal Youtube TV Parlemen, Kamis (27/8/2026).

Budi menuturkan insiden serupa pernah ia jumpai kala peristiwa bencana di Aceh beberapa waktu lampau. 

Ia menemukan fakta bahwa sekelompok relawan yang bertolak ke Aceh tak mengantongi kapasitas yang sesuai.

"Itu sudah kami ketahui waktu di Aceh. Jadi banyak di Aceh relawan tuh nggak bener-bener kapasitasnya kapasitas relawan," ucapnya.

Menurut penjelasannya, sosok relawan dituntut mengantongi daya tahan (resilience) yang kokoh, kondisi fisik yang prima, serta tidak menjadi beban bagi pihak lain. 

Ia pun turut menyindir oknum relawan yang hadir sebatas untuk berswafoto.

"Mau foto-foto sedikit boleh, gitu. Tapi kalau dari pengalaman kami banyak yang datangnya senangnya karena ingin foto-foto, ingin taruh di mana, tapi begitu dia harus melakukan kerjaannya justru jadi beban. Jadi malah kasihan Kepala Dinas Kesehatan," ujarnya.

Guna membendung persoalan tersebut, Budi menegaskan bahwasanya tiap nakes yang hendak ditugaskan di area bencana saat ini diwajibkan melakukan registrasi via Kemenkes supaya terakomodasi dalam database digital. 

Kelak, relawan yang berpartisipasi bakal dianugerahi brevet serta riwayatnya terekam secara sistem.

"Kami tahu relawan ini sudah pernah 6 kali, 7 kali ikut, bencananya tipenya seperti ini, semua database-nya sudah ada. Itu sebabnya mobilisasinya bisa jauh lebih bagus," jelasnya.

Di samping memetakan rekam jejak, Kemenkes turut menyerahkan atribut identitas serta alokasi insentif resmi bagi nakes yang terdaftar secara legal. 

Lewat pembenahan skema pendataan serta kolaborasi bareng beragam tim pakar dan perguruan tinggi, pendistribusian tenaga kesehatan kini berjalan jauh lebih cepat.

Budi memaparkan, dalam kurun satu pekan, Kemenkes telah sukses menyalurkan kisaran 300 nakes ke titik lokasi bencana.

 Selain ditempatkan pada rumah sakit, relawan-relawan tersebut disebar pula masuk ke pelosok desa demi menopang petugas puskesmas dalam menetapkan klasifikasi triase.

"Yang merah dan kuning itu nanti kami rawat atau kami rujuk secepat mungkin," tegasnya.

Tags

Terkini