Prabowo Bangga Karhutla 15 Ribu Hektare di Riau Berhasil Ditangani

Senin, 24 Agustus 2026 | 19:03:32 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto [FOTO: NET].

JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi atas penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau lantaran mampu menyusutkan luas area terdampak dari sekitar 16.000 hektare hingga menyisakan kurang lebih 900 hektare pada rentang Januari sampai Agustus 2026.

“Saya kira ini cukup membanggakan, kalian mengatasi 15.000 hektar. Ini saya yakin yang 900 ini bisa saudara segera kerahkan, TNI Polri kerahkan kekuatan kami," kata Prabowo saat memimpin rapat penanganan karhutla di Posko Aju, Riau, Senin (24/8/2026).

Prabowo turut menghaturkan penghargaan bagi seluruh elemen yang terlibat aktif menangani karhutla, mencakup Pangdam, Kapolda, Gubernur, BPBD, hingga jajaran kementerian/lembaga dan instansi terkait.

Kepala Negara menyuarakan optimisme bahwasanya sisa lahan terbakar seluas 900 hektare dapat segera dituntaskan.

"Kalau Anda perlu tambahan bantuan, segera laporan. Kalau perlu tambahan, tapi saya percaya kalian tinggal 900 itu, tetap waspada untuk ke depan,” ujar Prabowo.

Di dalam forum rapat tersebut, Kepala Pelaksana BPBDPK Provinsi Riau, M. Edy Afrizal melaporkan bahwa dinamika karhutla di Provinsi Riau sepanjang 2026 mencatatkan kenaikan dibanding tahun 2025 terdorong fenomena El Nino yang amat kuat.

Edy menyebutkan sampai 23 Agustus 2026, terpantau sebanyak 306 titik panas (hotspot) di wilayah Riau.

“Dari hotspot 306 titik ini yang sudah menjadi terbakar 7 titik, yaitu tersebar di 4 kabupaten. Pertama di Kabupaten Pelalawan 1 titik, Indra Giri Hilir 2 titik, Indra Giri Hulu 2 titik, Kampar 2 titik. Nah saat ini yang masih cukup besar itu berada di Kabupaten Pelalawan, itu di Kerumutan dan Kabupaten Kampar di Rimba Panjang,” ujar Edy.

Edy pun memaparkan bahwa pada kurun Januari hingga Agustus 2026, akumulasi luas area yang terimbas karhutla di daerahnya terhitung mencapai 16.277,50 hektare.

Pada rentang waktu tersebut, terdeteksi hingga 10.514 titik panas (hotspot), di mana 521 titik di antaranya terverifikasi berubah menjadi titik api (fire spot).

“Nah Alhamdulillah sudah bisa kami padamkan sehingga tinggal dari saat ini 7 titik tadi yang kami sampaikan sebelumnya,” imbuh Edy.

Tags

Terkini