BNPB Guyur 1,05 Juta Liter Air untuk Padamkan Karhutla Kalbar

Senin, 24 Agustus 2026 | 18:28:02 WIB
Karhutla [FOTO: NET].

JAKARTA - Lebih dari 1 juta liter air dijatuhkan dari udara untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, operasi water bombing menggunakan empat unit dalam delapan sortie. Dari operasi tersebut, lahan seluas sekitar 13 hektar berhasil ditangani.

“Pada Minggu (23/8/2026), operasi empat unit water bombing dilaksanakan sebanyak delapan sortie dengan total 223 kali penjatuhan air sebanyak 1.052.000 liter,” kata Plt Kapusdatin dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam siaran pers, Senin (24/8/2026).

Di samping penanggulangan dari udara, penanganan karhutla di wilayah Kalimantan Barat turut dieksekusi melalui operasi darat serta operasi modifikasi cuaca (OMC).

“Sebanyak tiga sortie dengan total 3.000 kg bahan semai dilakukan untuk mendorong pertumbuhan awan hujan di wilayah yang berpotensi terdampak karhutla,” ungkap Berton.

Satu unit armada patroli juga dikerahkan guna memantau area terdampak. Hingga Minggu, cakupan area yang berhasil ditangani melalui operasi darat diperkirakan menembus 104,8 hektare.

“Potensi pengerahan personel gabungan di Kalimantan Barat mencapai sekitar 2.751 personel,” ungkap Berton.

Water Bombing di Kalsel dan Kalteng

Operasi water bombing turut diperkuat di area Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Tengah (Kalteng). Di Kalimantan Selatan, pengerahan jalur udara melibatkan dua armada patroli serta tiga unit water bombing. Pada Minggu, dua helikopter water bombing giat melakukan aksi pemadaman.

Kedua helikopter tersebut mengeksekusi 243 kali penjatuhan air dengan akumulasi volume mencapai 1.029.000 liter. Langkah tersebut diperkirakan sukses menangani kisaran 13 hektare lahan.

Sementara itu, operasi darat dilangsungkan di 11 titik lokasi dengan sokongan sekurang-kurangnya 714 personel. Tercatat seluas 40,9 hektare berhasil ditangani hingga Minggu (23/8).

Di sisi lain, untuk wilayah Kalimantan Tengah, pengerahan udara menyiagakan dua armada patroli yang mendeteksi 25 titik api.

Sebanyak tiga helikopter water bombing aktif menjalankan pemadaman. Ketiganya mencatatkan total 159 kali penjatuhan air. Pihak BNPB tidak merinci jumlah volume air yang diguyurkan dalam operasi water bombing di Kalimantan Tengah.

Upaya penanggulangan karhutla di Kalimantan Tengah juga digencarkan lewat operasi darat. Hingga Minggu, tim satgas darat sukses menangani 55,63 hektare lahan terbakar.

Langkah tersebut disokong oleh sekitar 10.700 personel gabungan yang terdiri atas BPBD, relawan, Masyarakat Peduli Api, TNI, Polri, unsur pemerintah daerah, hingga Manggala Agni.

Water Bombing di Jambi

Di samping itu, operasi water bombing juga digelar di Provinsi Jambi. Pengawasan via dua armada patroli udara menemukan 14 titik api. BNPB mencatat, secara akumulatif hingga 23 Agustus 2026, operasi water bombing di Jambi telah menangani sekitar 226,9 hektare lahan.

Adapun operasi darat masih terus bergulir di sejumlah titik dengan status padam, pemadaman, maupun pendinginan. 

Sementara itu, agenda OMC di Provinsi Jambi telah rampung dilaksanakan pada 3-12 Juni 2026. Operasi tersebut mengerahkan satu armada dalam 13 sortie dengan total 12.991 kilogram bahan semai natrium klorida (NaCl).

“BNPB bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait terus mengoptimalkan operasi udara dan darat, pemantauan hotspot, serta koordinasi lintas sektor untuk mencegah meluasnya karhutla dan mengurangi dampaknya terhadap masyarakat,” pungkas dia.

Tags

Terkini