Kemenkes Kerahkan 314 Tenaga Medis Tangani Dampak Karhutla

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:21:31 WIB
Asap Tebal akibat Kebakaran hutan [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menerjunkan 314 tenaga medis serta menyalurkan ratusan ribu paket bantuan logistik kesehatan ke area-area yang terkena dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Sebagai upaya mitigasi kesehatan akibat karhutla, kami telah memobilisasi sejumlah 314 tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, perawat, bidan, dan epidemiolog dengan konsentrasi utama di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan," ujar Kepala Pusat Krisis Kesehatan, Agus Jamaludin, dalam keterangannya, dikutip Sabtu (22/8/2026).

Data dari Kemenkes menunjukkan bahwa lebih dari 3 juta jiwa yang tersebar di 37 kabupaten atau kota terpapar langsung kepungan kabut asap akibat karhutla yang meluas di tujuh provinsi di Indonesia.

Baca juga: Tiba di Kalimantan, Prabowo Ingin Lihat Keadaan akibat Karhutla

Ratusan personel medis tersebut ditempatkan secara meluas pada tujuh provinsi terdampak karhutla, yakni Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.

"Enam di antaranya telah menetapkan status siaga darurat bencana seiring kemarau panjang yang berlangsung sejak awal 2026," ujar Agus.

Sapi Tersasar di Supermarket Artikel Kompas.id

Di samping pengerahan SDM di sektor kesehatan, Kemenkes turut membagikan perlengkapan medis serta pasokan obat-obatan. 

Jumlah keseluruhan logistik yang telah didistribusikan mencakup 278.940 unit masker, 56 unit Oxygen Concentrator (OC), 40 unit face shield, 1.000 pasang sarung tangan medis (handscoon), 36 tabung Oxycan, 8 set Alat Pelindung Diri (APD), 33 dus Pemberian Makanan Tambahan (PMT), beserta aneka obat-obatan dan vitamin.

Baca juga: Kemenkeu Diminta Cairkan Anggaran Operasional Karhutla Rp 290,9 Miliar

"Di titik-titik rawan seperti Kabupaten Barito Utara, Barito Timur, dan Kota Palangkaraya, pemerintah telah mendirikan pos kesehatan dan ruang oksigen," tutur Agus.

Selain langkah tersebut, skema "Oase Udara" diselenggarakan pada fasilitas-fasilitas kesehatan di Kalimantan Barat guna menjamin ketersediaan pasokan oksigen bagi warga yang mendapati keluhan sesak napas.

Puncak periode musim kemarau diproyeksikan masih berlangsung hingga September 2026.

Di sisi lain, Agus menginformasikan bahwasanya peningkatan kasus ISPA terlaporkan naik signifikan di beberapa lokasi. Pada kawasan Kalimantan Tengah, angka kasus ISPA melonjak tajam dari 402 kasus menjadi 716 kasus hanya dalam kurun sepekan atau naik 78,1 persen.

Kalimantan Barat mencatatkan angka melebihi 151.000 kasus ISPA terhitung sejak Januari 2026, dengan kenaikan paling tinggi ditemukan di Pontianak, Kubu Raya, dan Mempawah. Pola serupa, yang diiringi pula oleh kenaikan kasus asma serta iritasi, turut terlaporkan di area Riau dan Kalimantan Selatan.

Walau demikian, pihak Kemenkes sejauh ini belum mendapati laporan perihal adanya korban jiwa akibat bencana asap karhutla tersebut.

Saudara-saudara kami di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kami mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

Tags

Terkini