JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyalurkan bantuan logistik kesehatan berupa ratusan ribu masker hingga perlengkapan oksigen ke wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.
Berdasarkan data dari Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman, pasokan logistik kesehatan tersebut diberangkatkan per Senin (17/8/2026) pukul 15.00 WIB.
"Ini upaya Kemenkes, selain dari Dinas Kesehatan setempat dan stakeholders lainnya, untuk daerah yang terdampak karhutla," kata Aji dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (20/8/2026).
Adapun rincian logistik yang dikirimkan Kemenkes mencakup 267.630 masker, 54 unit Oxygen Concentrator (OC), 1.000 pasang handscoon, 36 tabung oxycan, 33 dus PMT, 40 unit face shield, serta 8 APD.
Secara lebih rinci, Kalimantan Selatan menerima 37.130 masker, 1.000 handscoon, 8 APD, 33 PMT, dan 2 OC; Provinsi Riau memperoleh 24 OC dan 30.000 masker; Kalimantan Tengah mendapatkan 28 OC, 36 tabung oxycan, dan 42.400 masker; Kalimantan Barat menerima 157.000 masker, 40 face shield, serta 6 jenis obat-obatan; Kalimantan Timur dipasok 15 item obat-obatan; sementara Jambi mendapatkan 1.100 masker beserta suplai vitamin.
"Ya itu dibagikan ke wilayah terdampak. Mereka (Dinas Kesehatan) sudah siapkan tenaga dan logistik yang diperlukan," ucap Aji.
Menyikapi kabut asap karhutla yang melanda selama sebulan, Aji meminta warga senantiasa menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari.
"Konsumsi makanan bergizi, cuci tangan pakai air dan sabun, istirahat cukup, dan hindari merokok, untuk menjaga daya tahan tubuh," imbaunya.
Aji turut mengingatkan warga agar meminimalisir kegiatan di luar rumah ketika kondisi udara sudah diselimuti asap maupun debu.
"Jika harus keluar rumah untuk beraktivitas, gunakan masker yang tepat menutupi hidung dan mulut, serta tutup pintu dan jendela saat asap pekat," ucapnya.
Hal krusial lainnya, menurut Aji, adalah memprioritaskan perlindungan terhadap kelompok rentan seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, hingga penderita asma, gangguan paru-paru, maupun penyakit jantung.
"Sebaiknya menghindari paparan asap dan segera berkonsultasi jika keluhan memburuk," imbuhnya.