Formasi CPNS Sekolah Kedinasan 2026 Naik 46,45 Persen Jadi 4.770

Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:39:01 WIB
4.770 formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) [FOTO: NET].

JAKARTA — Pemerintah menyediakan 4.770 formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) lewat jalur sekolah kedinasan pada 2026, melonjak 1.513 formasi atau sekitar 46,45% jika dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 3.257 formasi. 

Rangkaian seleksi ini bakal dibuka melalui deretan sekolah kedinasan di bawah naungan sembilan kementerian dan lembaga.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menegaskan, seleksi sekolah kedinasan tidak sekadar menjadi pintu masuk guna meraih status aparatur sipil negara (ASN), melainkan juga menjadi sarana pembentukan calon aparatur yang memiliki integritas dan kompetensi tinggi.

“Seleksi sekolah kedinasan bukan hanya tentang kesempatan menjadi ASN, tetapi juga tentang mempersiapkan diri untuk menjadi pribadi yang kompeten, berintegritas, dan disiplin dalam pengabdian untuk masyarakat,” ujar Rini dalam keterangan resmi Kementerian PANRB.

Rini mengimbau para calon peserta sekolah kedinasan untuk mematangkan persiapan diri sebaik mungkin sebelum menempuh seluruh tahapan seleksi. 

Pihak pemerintah turut memperingatkan peserta agar tak gampang percaya pada pihak-pihak yang menawarkan jalan pintas atau mengumbar janji kelulusan.

Menurut penjelasannya, hasil akhir penentuan seleksi murni didasarkan pada kapabilitas masing-masing peserta.

 Oleh sebab itu, para calon peserta diminta menjalani seluruh proses seleksi sesuai aturan main yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Jangan mudah percaya pada pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan. Tidak ada jalan pintas untuk menjadi bagian dari birokrasi yang berintegritas,” tegas Rini.

4.770 Formasi Sekolah Kedinasan

Akumulasi kebutuhan CPNS jalur sekolah kedinasan pada 2026 menembus 4.770 formasi, meningkat tajam dibanding angka 3.257 formasi pada 2025. 

Dari total jumlah tersebut, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di bawah Kementerian Dalam Negeri mengantongi porsi alokasi terbanyak, yaitu 1.410 formasi.

Selanjutnya, Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN) di bawah Kementerian Keuangan memperoleh alokasi 1.000 formasi, sedangkan 22 sekolah kedinasan di bawah naungan Kementerian Perhubungan mengamankan 891 formasi.

Berikutnya, Politeknik Statistika STIS di bawah Badan Pusat Statistik (BPS) mengantongi 564 formasi, disusul Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan di bawah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan sejumlah 375 formasi.

Sementara itu, Politeknik Pengayoman Indonesia di bawah Kementerian Hukum memperoleh 250 formasi, Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG) di bawah BMKG sebanyak 130 formasi, Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) di bawah Badan Intelijen Negara (BIN) sebanyak 100 formasi, serta Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) di bawah Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mendapatkan 50 formasi.

Secara keseluruhan, kesembilan instansi tersebut membuka total 4.770 formasi pada seleksi sekolah kedinasan 2026.

Seleksi Gunakan CAT

Dalam pelaksanaan ujian seleksi, pemerintah mengandalkan sistem Computer Assisted Test (CAT). Penerapan mekanisme ini ditujukan untuk menjamin proses seleksi dapat bergulir secara transparan dan berbasis pada kemampuan murni para peserta.

Rini menekankan, penggunaan sistem CAT dimaksudkan untuk mengikis potensi praktik kecurangan pada seleksi calon aparatur sipil negara, termasuk maraknya percaloan, joki, hingga keterlibatan orang dalam.

 Maka dari itu, calon peserta diimbau mengandalkan keahlian pribadi dan bersiap menghadapi seluruh tahapan seleksi.

Di samping kesiapan peserta, Rini turut meminta jajaran orang tua untuk memberikan dorongan moral bagi anak-anak mereka yang hendak menempuh pendidikan kedinasan. 

Sokongan dari pihak keluarga dinilai amat membantu peserta dalam melalui proses seleksi secara lebih optimal dan berkompetisi secara sportif.

SKD Digelar September 2026

Pasca-tahapan pendaftaran dan verifikasi administrasi tuntas, tahapan selanjutnya yakni Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026. 

Sebagaimana proses seleksi CASN pada umumnya, SKD sekolah kedinasan mencakup tiga bidang materi utama, yaitu Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), serta Tes Karakteristik Pribadi (TKP).

Peserta yang dinyatakan lolos SKD nantinya berhak melaju ke tahapan seleksi lanjutan. Adapun lini masa dan mekanisme teknis seleksi lanjutan akan diatur oleh masing-masing sekolah kedinasan.

Pemerintah juga mengimbau calon peserta agar senantiasa mengasah kompetensi, memegang teguh integritas, dan menaati seluruh tata cara yang berlaku. 

Rini berharap gelaran seleksi sekolah kedinasan 2026 sanggup mencetak calon aparatur yang tidak cuma unggul secara akademis, tetapi juga dibekali karakter tangguh serta komitmen kuat dalam melayani masyarakat.

“Semoga seleksi Sekolah Kedinasan 2026 dapat melahirkan generasi muda yang unggul, berkarakter, dan mengedepankan kepentingan masyarakat,” pungkas Rini.

Tags

Terkini