Kemdiktisaintek Prioritaskan Keselamatan Sivitas Akademika Pasca-Gempa NTT

Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:37:31 WIB
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memprioritaskan keselamatan seluruh sivitas akademika, sekaligus memantau perkembangan situasi di Nusa Tenggara Timur (NTT) pascabencana gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang melanda kawasan Flores pada Sabtu (15/8/2026).

"Dalam situasi bencana seperti ini, yang pertama harus kami pastikan adalah keselamatan sivitas akademika. Setelah itu, kami bersama-sama memastikan proses pendidikan tetap dapat berjalan dengan penyesuaian yang diperlukan," kata Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Mendiktisaintek menegaskan bahwa keselamatan jiwa merupakan prioritas utama dalam kondisi bencana, sedangkan kelangsungan pendidikan mesti dijaga lewat penyesuaian dengan situasi di lapangan.

Ia mengutarakan keprihatinan serta rasa duka mendalam atas bencana tersebut dan memberikan perhatian penuh terhadap keselamatan seluruh sivitas akademika perguruan tinggi di daerah terdampak.

"Perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses pembelajaran, tetapi juga bagian dari ekosistem masyarakat," ujar dia.

Menteri Brian menjelaskan Kemdiktisaintek terus berkoordinasi bersama Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XV, pemerintah daerah, dan pihak terkait guna memastikan keadaan sivitas akademika serta perguruan tinggi di area terdampak.

Sementara itu, Kepala LLDikti Wilayah XV Adrianus Amheka menuturkan bahwa pihaknya telah mengirimkan surat kepada seluruh pimpinan PTS dan badan penyelenggara untuk segera berkonsolidasi dengan sivitas akademika sekaligus memantau perkembangan situasi secara aktif.

Sesuai laporan yang diterima LLDikti Wilayah XV per 16 Agustus 2026, beberapa Perguruan Tinggi Swasta (PTS) sudah memberikan kabar awal mengenai kondisi fasilitas kampus usai gempa.

Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa (Stiper Bajawa) menyampaikan adanya kerusakan ringan, sedangkan Politeknik ElBajo Commodus melaporkan kerusakan pada area plafon ruang kelas di dalam gedung kampus.

Secara terpisah, Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk mempercepat upaya penanganan darurat serta pemulihan pascagempa bumi M 7,7 yang mengguncang wilayah Flores.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengutarakan bahwa hadirnya jajaran menteri beserta pimpinan lembaga di NTT sejak hari pertama bencana menjadi wujud kepedulian dan komitmen pemerintah dalam mendampingi warga terdampak.

"Sejak hari pertama kejadian kami sudah berada di NTT untuk meninjau lapangan dan membahas percepatan pemulihan," ucap Menko PMK.

Tags

Terkini