Dari Soekarno Cup 2026, Anang Ma'ruf Kirim Doa untuk Saudara di NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:30:32 WIB
Soekarno Cup 2026 [FOTO: NET].

JAKARTA - Sorak-sorai yang lazimnya mewarnai laga Soekarno Cup 2026 di tiga stadion Jawa Timur mendadak beruba menjadi suasana penuh rasa haru. Gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur menjadikan kompetisi sepak bola usia muda ini menyuguhkan sisi kepedulian kemanusiaan.

Selama beberapa menit, sirna sudah segala rivalitas, tiada lagi seruan dukungan untuk tim favorit, serta nihil ambisi memburu kemenangan. Seluruh pihak berdiri dalam keheningan demi memanjatkan doa bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Sebelum sepak mula digelar, para pemain, pelatih, ofisial, panitia, hingga penonton menghentikan langkah sejenak untuk mengheningkan cipta bagi warga terdampak di Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) malam.

Mantan penggawa timnas Indonesia yang juga mengemban tugas sebagai Juru Bicara Soekarno Cup, Anang Ma’ruf, menuturkan bahwa gestur tersebut merupakan perwujudan kepedulian yang disalurkan melalui kancah olahraga.

"Di balik semangat kompetisi dan olahraga, ada rasa persaudaraan bangsa yang tak boleh terputus. Mengheningkan cipta ini merupakan bentuk simpati dan doa terbaik kami untuk saudara-saudara di Flores, NTT, agar diberi kekuatan dan ketabahan menghadapi musibah ini," tuturnya.

Momen tersebut menjadi cerminan nyata bahwa sepak bola tidak melulu berkutat seputar pihak yang menang dan kalah. Di tengah sengitnya persaingan yang mempertemukan deretan talenta muda dari berbagai belahan daerah, rasa kemanusiaan tetap memegang peranan krusial.

Semangat memberikan wadah bagi generasi muda turut menyertai perjalanan Soekarno Cup 2026.

Bukan Sekadar Turnamen, tetapi Panggung Pemain Daerah 
Ajang U17 berskala nasional ini menyatukan potensi-potensi muda dari beraneka provinsi. Bagi para pemain yang belum berkesempatan menembus akademi maupun klub profesional, turnamen ini bertindak sebagai panggung utama untuk membuktikan kebolehan.

Pelatih Banteng Timur, Junianto Hendra Setiawan, meresapi langsung manfaat nyata dari gelaran ini. Lebih-lebih, tim yang ia nakhodai merupakan hasil penjaringan ketat dari bermacam wilayah di Jawa Timur.

Banteng Jawa Timur dibentuk berlandaskan hasil seleksi atas 1.600 peserta didik dari Banyuwangi, Blitar, Malang, Bangkalan, serta Surabaya.

"Setiap tahun berganti karena U17 dan tahun depannya kan sudah berubah jadi tidak bisa dipakai lagi."

Terlebih, predikat selaku juara bertahan nyatanya tidak lantas melicinkan langkah Banteng Timur. Hasil dua laga yang dinilai belum optimal menjadi fokus evaluasi bagi Junianto.

"Bedanya mungkin di mental saja anak-anak u17 ini, waktu pertandingan pertama banyak petinggi yang datang. Mungkin mentalnya sedikit kena sehingga takut tidak bisa memberikan yang terbaik," ujar Junianto.

Dari Kalimantan Barat, Mimpi Besar Dibawa ke Jawa 

Kisah berbeda diukir oleh tim Banteng Kalimantan Barat. Kesebelasan ini melangkah membawa tumpuan asa para pemain daerah yang selama ini terbatas dalam mengakses kompetisi tingkat profesional.

"Turnamen ini bagus sekali untuk wadah anak-anak daerah. Apalagi kami ada di Kalimantan Barat yang belum ada klub Liga 1 maupun Liga 2 dan ini menjdi peluang menunjukkan diri bisa bermain di level tinggi," kata pelatih Helis Daryanto.

Kepadatan jadwal babak penyisihan grup pada kejuaraan ini menuntut perhatian ekstra terhadap stamina pemain. Kendati begitu, ia menegaskan kebugaran tim secara umum tetap terjaga meski beberapa amunisi dihampiri cedera.

Bagi skuad Banteng Kalimantan Barat, turnamen ini hanyalah satu di antara pijakan menuju tangga kompetisi yang lebih tinggi.

Mayoritas pilar yang diboyong menuju Soekarno Cup sebelumnya telah mengecap atmosfer kompetisi tingkat regional. Mereka merupakan bagian dari skuad yang menyabet gelar juara Soeratin U15 dan U17 zona Kalimantan Barat.

"Bulan depan kita akan melaju ke putaran nasional yang akan berlangsung mungkin kalau tidak di Jogjakarta di Surabaya mainnya," kata pelatih yang biasa disapa Helis itu.

"Mudah-mudahan turnamen seperti ini tidak hanya sampai disini semoga tahun-tahun selanjutnya tetap ada. Banteng Kalimantan barat juga bisa diundang lagi jadi ada peluang anak-anak menunjukkan yang terbaik," pungkasnya.

Saudara-saudara kami di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kami mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

Tags

Terkini