Chelsea Berpeluang Ulangi Keajaiban 2016 Bersama Xabi Alonso

Jumat, 14 Agustus 2026 | 05:24:01 WIB
Xabi Alonso [FOTO: NET].

JAKARTA - Chelsea dihadapkan pada ujian berat untuk bangkit dari urutan ke-10 Premier League dan kembali meramaikan perebutan mahkota juara musim 2026-2027. Kondisi ini membangkitkan ingatan pada perjalanan mereka sembilan tahun silam ketika sukses merubah posisi serupa menjadi gelar juara.

Chelsea sempat menyelesaikannya di peringkat ke-10 pada musim 2015-2016. Kendati demikian, hanya berselang semusim, mereka sukses mengunci gelar juara Premier League di bawah kepemimpinan Antonio Conte.

Saat ini, skenario serupa berpeluang kembali berulang. Chelsea menyudahi musim lalu di urutan ke-10 dan siap melakoni babak baru bersama Xabi Alonso.

Alonso Punya Modal dari Leverkusen

The Blues mengantongi alasan untuk tetap optimis. Alonso sebelumnya berhasil membawa Bayer Leverkusen menjuarai Bundesliga 2023-2024 tanpa tersentuh kekalahan melalui penerapan skema tiga bek.

Formasi tersebut juga pernah menjadi kunci kebangkitan Chelsea sewaktu ditangani Conte. Usai menelan kekalahan 0-3 dari Arsenal pada pekan keenam musim 2016-2017, Conte merombak pola permainan menjadi tiga bek.

Perubahan taktik tersebut langsung memberikan imbas nyata. Chelsea lantas menyapu bersih 13 laga Premier League secara beruntun hingga akhirnya mengamankan trofi dengan raihan 93 poin.

Akan tetapi, mereplikasi pencapaian tersebut bukanlah hal yang mudah. Chelsea wajib mendongkrak perolehan poin mereka secara signifikan dari pencapaian musim lalu.

Chelsea Lebih Baik dari Posisi ke-10?

Meski harus puas berada di peringkat ke-10, data statistik memperlihatkan bahwa performa Chelsea sebenarnya tak seburuk posisi mereka di tabel klasemen.

Merujuk pada expected goals (xG), Chelsea sejatinya merupakan tim terkuat keempat di Premier League musim lalu. Posisi tersebut bergeser ke urutan kelima apabila tembakan penalti tidak dihitung.

Kendala utama Chelsea terletak pada penyelesaian akhir. Mereka cuma mengeksekusi 58 gol dari expected goals sebesar 66,3, atau delapan gol lebih sedikit dari estimasi berdasarkan jumlah dan mutu peluang.

Hanya Crystal Palace dan Wolves yang mencatatkan tingkat penyelesaian peluang lebih rendah dibandingkan Chelsea pada musim lalu. Sebagian besar permasalahan tersebut mencuat dalam lima laga di bulan Maret dan April sewaktu Chelsea masih dikomandoi Liam Rosenior.

Jalan Menuju Gelar Masih Panjang

Chelsea memang dituntut meningkatkan performa secara masif untuk bisa menjadi juara. Meski begitu, peta persaingan perburuan gelar Premier League dalam beberapa musim terakhir menunjukkan bahwa standar poin untuk mengunci gelar tidak selalu setinggi era persaingan Pep Guardiola dan Jurgen Klopp.

Pada musim 2018-2019, Liverpool bahkan sanggup mengumpulkan 97 poin namun tetap gagal menjadi kampiun lantaran Manchester City bertengger dengan 98 poin.

Oleh sebab itu, Chelsea tak harus mengulangi rekor luar biasa 93 poin layaknya saat merengkuh gelar pada 2016-2017. Berbekal peningkatan performa serta kejelian Alonso dalam memaksimalkan potensi Cole Palmer beserta pemain lainnya, Chelsea mengantongi peluang untuk kembali bersaing di papan atas.

Tags

Terkini