Prabowo: Kita Butuh 84 Ribu Dokter Umum dan 127 Ribu Dokter Gigi

Jumat, 14 Agustus 2026 | 19:10:32 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto [FOTO: NET].

JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto membeberkan bahwasanya Indonesia hingga kini masih dihadapkan pada kendala defisit tenaga dokter umum, dokter gigi, hingga dokter spesialis.

"Kami masih butuh tambahan 84.781 dokter umum di 474 Kabupaten/Kota. Kemudian 127.580 dokter gigi di 505 Kabupaten/Kota, 481 kabupaten kota butuh tambahan 55.712 dokter spesialis," ucap Prabowo dalam Sidang RUU APBN 2027, Jumat (14/8/2026).

Guna menutup celah kebutuhan tersebut, Prabowo mengutarakan bahwasanya pihak pemerintah telah meresmikan sembilan fakultas baru beserta 170 program studi spesialis dan subspesialis sepanjang 21 bulan belakangan. 

Di samping itu, pemerintah turut menimbang opsi untuk mendatangkan para dokter dari mancanegara demi berpraktik dalam rentang waktu tertentu.

"Ini kami akan upayakan lebih banyak lagi. Bila perlu kami sedang memikirkan kami bisa mengundang dokter-dokter dari negara lain untuk praktik di sini untuk waktu-waktu yang terbatas," ucapnya.

Prabowo menegaskan bahwasanya masyarakat sangat mendambakan layanan medis yang secepat mungkin, sehingga jajaran pemerintah dilarang bertindak secara normatif.

"Kami harus berani berpikir inovatif. Karena kalau kami menunggu lulusnya 127.000 dokter gigi, mungkin kami harus nunggu empat presiden sesudah saya," kata dia.

Pada kesempatan serupa, Prabowo turut memaparkan bahwasanya pemerintah bakal mendirikan sekaligus merenovasi sebanyak 441 rumah sakit umum daerah (RSUD). 

Kepala negara bahkan memasang target agar tiap-tiap kabupaten dan kota ditunjang dengan keberadaan rumah sakit mutakhir demi memacu kecepatan akses pelayanan kesehatan bagi warga.

"Kami akan membangun dan merevitalisasi 441 rumah sakit umum daerah. Setiap dari 514 kabupaten dan kota kami harus memiliki rumah sakit yang canggih, yang bisa menyelamatkan rakyat secepat mungkin," ujar Prabowo.

Mengutip penuturan Prabowo, pihak pemerintah telah mengawali langkah tersebut lewat pemancangan 66 rumah sakit di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Dari total 66 fasilitas kesehatan tersebut, ia melanjutkan bahwa sebanyak 22 rumah sakit di antaranya telah resmi beroperasi.

"Kami telah membawa alat pemeriksa jantung, CT scan, mamografi, USG, dan layanan modern ke wilayah yang sebelumnya harus merujuk pasien ke tempat-tempat yang sangat jauh," kata Prabowo.

Prabowo menggarisbawahi bahwa sederet rencana tersebut dirancang lantaran pemerintah bertekad memangkas jarak geografis antara warga dengan ketersediaan sarana kesehatan.

Tags

Terkini