Ahmad Muzani: Kritik Tak Boleh Digunakan Robek Persatuan

Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:59:02 WIB
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani [FOTO: NET].

JAKARTA - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani menegaskan bahwa kritik tidak boleh dimanfaatkan untuk merobek persatuan, sebaliknya persatuan pun tidak boleh dipergunakan demi meredam perbedaan pandangan.

Disebutkan pula bahwasanya persatuan wajib dirawat terus-menerus setiap hari lewat keadilan, keteladanan, ruang dialog, serta rasa saling percaya.

"Karena itu, menjaga persatuan berarti menjaga keadilan," ungkap Muzani saat menyampaikan pidato pengantar dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Melalui pendekatan falsafah Jawa, ia mengingatkan seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa memegang prinsip Nglurug Tanpo Bolo, Sekti Tanpo Aji-aji, Sugih Tanpo Bondho, Menang Tanpo Ngasorake.

Maknanya, yakni berjuang tanpa mesti mengerahkan massa, sakti tanpa mengandalkan jimat, kaya tanpa bertumpu pada harta, serta menang tanpa merendahkan atau mempermalukan pihak lain.

Muzani mengingatkan kembali bahwasanya kemenangan sejati bukanlah capaian yang menggoreskan luka pada saudara sebangsa.

Kemenangan sejati, lanjutnya, adalah kejayaan yang terus merawat tali persaudaraan, tanpa menghina, tidak melakukan perundungan, serta tidak mempermalukan mereka yang memiliki sudut pandang berbeda.

"Pesan ini lah yang harus kami pegang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," tuturnya.

Ia menaruh harapan agar seluruh pihak tidak membiarkan ruang publik disesaki oleh bahasa yang menurunkan derajat martabat manusia.

Oleh karena itu, ia menilai seluruh pihak tidak selayaknya membiarkan silang pendapat politik merusak hubungan persahabatan, memecahkan keharmonisan keluarga, atau menanamkan benih kebencian di antara sesama anak bangsa.

Pada Jumat ini, MPR RI, DPR RI, bersama DPD RI menyelenggarakan Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI.

Perhelatan tersebut salah satunya mengagendakan Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam rangka Penyampaian Laporan Kinerja Lembaga-Lembaga Negara dan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia guna memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Di samping penyampaian pidato, pihak pemerintah turut menayangkan video mengenai capaian hasil kerja pemerintah.

Adapun perhelatan sidang tahunan ini menjadi agenda kenegaraan resmi dalam menyambut HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang mengusung tema "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur".

Tags

Terkini