JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengutarakan bahwa capaian prestasi olahraga Indonesia konsisten memperlihatkan tren positif, kendati masih terdapat sejumlah cabang olahraga yang belum mengukir prestasi sesuai target yang diharapkan.
"Prestasi (olahraga) kami hingga saat ini meningkat, meski memang belum sempurna," kata Erick Thohir di Jakarta, Kamis (13/8/2026).
Ia mengemukakan hal tersebut guna menjawab pertanyaan ANTARA terkait dinamika pengembangan prestasi olahraga Indonesia dalam menyambut usia kemerdekaan yang ke-81 tahun.
- Baca Juga Ramalan Zodiak Cancer, 20 September 2026
Menpora mengungkapkan salah satu indikator keberhasilan prestasi olahraga Indonesia ialah keberhasilan menduduki posisi runner-up pada ajang SEA Games 2025 dan ASEAN Para Games 2025.
Sosok yang turut mengemban amanat sebagai Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) tersebut menerangkan beberapa cabang olahraga populer juga mencatatkan kemajuan prestasi, layaknya sepak bola yang sukses merengkuh medali emas pada SEA Games (edisi 2023).
Di cabang tenis, lanjutnya, turut bermunculan atlet-atlet yang terus bertumbuh serta mengukir torehan manis di kancah global, seperti Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi.
Selain itu, lifter angkat besi Rizki Juniansyah selaku peraih medali emas Olimpiade Paris 2024 berhasil memecahkan rekor dunia. Atlet panjat tebing Veddriq Leonardo pun sukses menyumbang emas pada ajang Olimpiade Paris.
"Bulu tangkis mulai kembali berprestasi. (Cabang) futsal juga menempati peringkat kedua Asia," katanya.
Menpora membeberkan bahwa instansi yang ditanganinya juga intensif merapikan tata kelola pembangunan sektor olahraga dan kepemudaan nasional. \
Salah satu kebijakan strategis yang ditempuh adalah memangkas 119 Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga (Permenpora) menjadi tersisa empat Permenpora saja.
Upaya tersebut, ujarnya, dijalankan supaya akselerasi prestasi olahraga serta perekonomian olahraga sanggup melangkah beriringan antara pihak pemerintah, sektor swasta, dan tingkat daya beli publik.
"Kalau hanya mengandalkan anggaran pemerintah, tidak akan pernah cukup," katanya.
Di samping itu, Menpora konsisten memacu potensi wisata olahraga (sport tourism) sebagai salah satu pilar penggerak ekonomi baru bagi Indonesia. Kemenpora bahkan menetapkan penguatan wisata olahraga sebagai program prioritas untuk kurun waktu 2025–2029.
Berbagai perhelatan seperti ajang lari maraton, kejuaraan balap motor, serta agenda lainnya dimanfaatkan sebagai instrumen untuk menguatkan ekosistem wisata olahraga sekaligus mendongkrak roda perekonomian daerah maupun nasional.
Menpora mengimbuhi bahwa pihaknya senantiasa merancang pembangunan olahraga menggunakan paradigma baru, yakni tidak lagi memposisikannya sebagai pusat pengeluaran anggaran, melainkan sebagai ruang peluang yang mendatangkan sumber penerimaan.