Prabowo Terima Wamen Perang AS di Istana Kepresidenan

Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:08:02 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto [FOTO: NET].

JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto menyambut kedatangan Wakil Menteri Perang Amerika Serikat (AS), Elbridge A Colby, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Usai agenda tersebut, Colby menuturkan bahwa kehadirannya bertujuan memenuhi undangan santap siang dari Prabowo.

"Merupakan suatu kehormatan luar biasa bisa bertemu dengan Presiden beserta tim utamanya," kata Colby usai pertemuan.

Colby menyampaikan, pihak Pemerintah AS meyakini hubungan dengan Indonesia dapat terus diperkokoh berlandaskan prinsip saling menghormati, kemitraan, serta peningkatan kerja sama yang lebih erat.

"Kami merasa terhormat berada di sini dan berharap dapat terus memajukan hubungan dengan Indonesia," ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Colby terlebih dahulu menggelar perjumpaan bersama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI sebelum beranjak ke Istana Merdeka.

Kemhan RI menegaskan bahwa tidak terdapat dialog mengenai rencana pendirian pangkalan militer AS di wilayah Indonesia dalam pertemuannya bersama Elbridge A Colby.

“Menhan Sjafrie turut menegaskan bahwa pengembangan kerja sama pertahanan dengan Amerika Serikat tidak diarahkan pada pembentukan pangkalan militer Amerika Serikat di Indonesia,” bunyi keterangan Setjen Infohan Kemhan RI, dikutip Rabu (12/8/2026).

Pihak Kemhan RI menekankan, diskusi antara Sjafrie dan Colby menjadi wujud dari komitmen berlanjut kedua negara guna mempererat sinergi di bidang pertahanan.

Kolaborasi ini diprioritaskan pada beragam program yang ditujukan untuk mendongkrak kapasitas pertahanan nasional, seperti sektor pendidikan, pelatihan, penguatan kapabilitas personel, serta peningkatan interoperabilitas yang disesuaikan dengan kebutuhan Indonesia.

Kemhan RI membeberkan, Sjafrie dan Colby saling berbagi pandangan perihal dinamika hubungan ikatan bilateral hingga penerapan Major Defense Cooperation Partnership (MDCP) yang telah disahkan sebelumnya.

“Amerika Serikat memandang Indonesia sebagai mitra strategis yang memiliki peran penting di kawasan. Hubungan kedua negara juga dibangun dengan penghormatan terhadap tradisi dan sejarah Indonesia, sejalan dengan komitmen untuk memperkuat kerangka MDCP,” ungkap Kemhan.

Tags

Terkini