APJII Sebut Tantangan Internet Indonesia Kini Bukan Lagi Soal Akses

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 16:11:01 WIB
- Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) [FOTO: NET].

JAKARTA - Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) memaparkan adanya pergeseran tantangan utama pada lanskap internet Indonesia.

"Ke depan, tantangan kami bukan lagi soal perluasan akses. Ke depan, tantangan kami adalah menghadirkan konektivitas yang berkualitas sebagai fondasi transformasi digital Indonesia," kata Ketua Umum APJII Muhammad Arif, dalam keterangannya, Jumat (7/8/2026).

Menurut pandangan Arif, pengembangan konektivitas kini tak sekadar bertujuan menghadirkan ketersediaan jaringan semata, melainkan bagaimana menjamin segenap masyarakat Indonesia memperoleh akses internet yang tangkas, berkualitas, serta ramah kantong.

Dalam momentum peringatan HUT ke-30 sekaligus Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APJII, Arif mengutarakan bahwasanya selama tiga dekade perjalanan, APJII konsisten berikhtiar membangun ekosistem internet nasional yang inklusif, terbuka, dan kolaboratif.

Guna merealisasikan konektivitas yang berkualitas tersebut, APJII terus mengoperasikan Indonesia Internet Exchange (IIX) supaya lalu lintas data domestik tetap berputar di dalam negeri sehingga dapat beroperasi lebih efisien serta andal.

APJII turut mendukung sederet program strategis besutan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), seperti program Kampung Internet hingga dorongan penyediaan internet berkecepatan tinggi mencapai 100 Mbps yang terjangkau bagi publik.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Komdigi Ismail menggarisbawahi bahwasanya koneksi internet yang mumpuni merupakan syarat mutlak bagi masyarakat guna mengoptimalkan pelbagai pembaruan teknologi modern.

Di samping peningkatan keandalan infrastruktur, ia meminta seluruh entitas penyedia jasa internet di bawah naungan APJII untuk proaktif memelihara iklim digital nasional agar ruang siber Indonesia tetap kondusif, sehat, serta terlindungi dari dampak konten negatif.

"Ini satu hal yang sangat berat. Enggak bisa ditangani pemerintah sendiri. Hanya bisa kalau bersatu-padu di antara elemen-elemen urusan digital ini," ujar Ismail.

Tags

Terkini