JAKARTA - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, mendorong pergelaran festival musik tak sekadar menyajikan hiburan, melainkan pula menjadi wadah bertemunya para pelaku industri kreatif dari bermacam belahan negara.
“Momentum seperti ini harus mampu menciptakan pengalaman yang berkesan bagi delegasi internasional sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku ekonomi kreatif Indonesia,” kata Irene Umar, dalam keterangan resminya yang diterima pada Sabtu (8/8/2026).
Hal tersebut diutarakan Wamenekraf saat menyambut audiensi jajaran penyelenggara LaLaLa Fest di Autograph Tower, Jakarta.
Irene meminta supaya penyelenggaraan festival tak cuma berfokus pada panggung aksi pertunjukan musik, melainkan turut menyajikan pengalaman yang memperkenalkan kekayaan ekonomi kreatif Indonesia.
“Kami ingin para delegasi yang datang tidak hanya menikmati festival, tetapi juga mengenal berbagai produk dan pengalaman kreatif Indonesia. Semakin banyak pengalaman yang mereka rasakan selama berada di sini, semakin besar peluang Indonesia untuk dikenal dan membuka kolaborasi lanjutan,” ujar Irene.
Bentuk dukungan Kementerian Ekraf meliputi penguatan promosi, penyambutan rombongan delegasi internasional, koordinasi lintas pemangku kepentingan, hingga integrasi subsektor ekonomi kreatif penyokong seperti kuliner, kriya, dan moda supaya dampak ekonominya berimbas lebih luas.
Dalam hal ini, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif turut memperkuat sinergi bersama PT Indo The Nusantara selaku penyelenggara LaLaLa Fest untuk memperluas jejaring industri musik Indonesia di tingkat global.
Audien tersebut membahas persiapan LaLaLa Fest 2026 yang dijadwalkan bergulir pada 22–23 Agustus 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, serta program kolaborasi Taiwan Beats in Jakarta.
Pertemuan itu juga menyoroti pembentukan Asia Pacific International Music Festival Association (APIMFA) sebagai wadah kolaborasi antarpenyelenggara festival musik di kawasan Asia Pasifik.
LaLaLa Fest sendiri merupakan festival musik dan seni tahunan berskala internasional yang diusung PT Indo The Nusantara sejak 2016.
Menapaki dekade pertamanya, festival ini bertransformasi menjadi platform kolaborasi yang mempertemukan musisi, promotor, publisher, label rekaman, hingga pelaku industri musik lintas negara.
Guna memperkuat jalinan jejaring internasionalnya tahun ini, LaLaLa Fest menggandeng Taiwan Beats dalam rangkaian agenda di Manila dan Jakarta.
Kegiatan ini melibatkan sekitar 50 delegasi industri musik Taiwan lewat sesi networking dan business matching demi mendorong pertukaran talenta, promosi karya, beserta perluasan akses pasar musik nasional di kancah global.
Direktur Utama PT Indo The Nusantara, Donny Heru turut menyampaikan apresiasi atas dukungan beserta bermacam masukan dari Kementerian Ekraf terhadap perhelatan LaLaLa Fest 2026.
“Kolaborasi ini diharapkan semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai tuan rumah festival musik internasional sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas bagi pelaku industri musik nasional dengan mitra dari berbagai negara,” ujar Donny Heru.